Permen baru ESDM bisa hemat BBM subsidi 1,3 juta KL
Selasa, 22 Januari 2013 - 12:06 WIB
Permen baru ESDM bisa hemat BBM subsidi 1,3 juta KL
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pagi ini menyosialisasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor No 1/2013, tentang pengendalian BBM bersubsidi 2013.
Permen ini kelanjutan dari Permen No 12/2012 yang melarang kendaraan dinas pemerintah, mobil perkebunan, mobil kehutanan, kapal non perintis, dan non pelayaran rakyat menggunakan BBM subsidi.
"Permen Nomor 1 Tahun 2013 sebenarnya kelanjutan dari Permen Nomor 12 tahun 2012," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (22/1/2013).
Menurutnya, jika peraturan ini berhasil dijalankan dengan baik, maka konsumsi BBM subsidi bisa dihemat hingga 1,3 juta Kiloliter (KL). "Apabila kita berhasil mengendalikan dan melaksanakan Permen ini, kira-kira akan menghemat 1,3 juta KL," ujar dia.
Pada 2012, Permen No 12/2012 hanya berhasil menghemat 350 ribu KL BBM subsidi, sangat jauh dari target penghematan sebesar 1,5 juta KL. "2012 hasilnya 350 rb KL. Targetnya 1,5 juta KL," ungkap Susilo.
Wamen ESDM yang baru saja diangkat ini mengakui, peraturan pelarangan konsumsi BBM subsidi terhadap sejumlah kendaraan sangat sulit diimplementasikan di lapangan. "Kenyataannya tidak semua melaksanakan Permen," pungkasnya.
Permen ini kelanjutan dari Permen No 12/2012 yang melarang kendaraan dinas pemerintah, mobil perkebunan, mobil kehutanan, kapal non perintis, dan non pelayaran rakyat menggunakan BBM subsidi.
"Permen Nomor 1 Tahun 2013 sebenarnya kelanjutan dari Permen Nomor 12 tahun 2012," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (22/1/2013).
Menurutnya, jika peraturan ini berhasil dijalankan dengan baik, maka konsumsi BBM subsidi bisa dihemat hingga 1,3 juta Kiloliter (KL). "Apabila kita berhasil mengendalikan dan melaksanakan Permen ini, kira-kira akan menghemat 1,3 juta KL," ujar dia.
Pada 2012, Permen No 12/2012 hanya berhasil menghemat 350 ribu KL BBM subsidi, sangat jauh dari target penghematan sebesar 1,5 juta KL. "2012 hasilnya 350 rb KL. Targetnya 1,5 juta KL," ungkap Susilo.
Wamen ESDM yang baru saja diangkat ini mengakui, peraturan pelarangan konsumsi BBM subsidi terhadap sejumlah kendaraan sangat sulit diimplementasikan di lapangan. "Kenyataannya tidak semua melaksanakan Permen," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :