DPR ragu Permen No 1/2013 bisa hemat BBM subsidi
Sabtu, 26 Januari 2013 - 10:21 WIB
DPR ragu Permen No 1/2013 bisa hemat BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak yakin Peraturan Menteri ESDM No 01 Tahun 2013 (Permen No 1/2013) tentang pengendalian BBM subsidi 2013 bisa berhasil menekan konsumsi BBM subsidi.
"Penghematannya sih ada, tapi belum signifikan lah," kata Anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi, saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Sabtu (26/1/2013).
Meski demikian, Bobby tetap menyambut baik langkah Kementerian ESDM ini dan mendukung dijalankannya Permen baru tersebut. "Itu harus dicoba, di APBN 2012 kita sudah minta ada pengendalian," ungkapnya.
Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) awal pekan ini menyosialisasikan Permen tersebut sebagai kelanjutan dari Permen No 12/2012 yang melarang kendaraan dinas pemerintah, mobil perkebunan, mobil kehutanan, serta kapal non perintis, dan non pelayaran rakyat menggunakan BBM subsidi.
Jika peraturan ini berhasil dijalankan dengan baik, konsumsi BBM subsidi bisa dihemat hingga 1,3 juta kiloliter (KL). "Apabila kita berhasil mengendalikan dan melaksanakan Permen ini, kira-kira akan menghemat 1,3 juta KL," kata Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, baru-baru ini.
"Penghematannya sih ada, tapi belum signifikan lah," kata Anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi, saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Sabtu (26/1/2013).
Meski demikian, Bobby tetap menyambut baik langkah Kementerian ESDM ini dan mendukung dijalankannya Permen baru tersebut. "Itu harus dicoba, di APBN 2012 kita sudah minta ada pengendalian," ungkapnya.
Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) awal pekan ini menyosialisasikan Permen tersebut sebagai kelanjutan dari Permen No 12/2012 yang melarang kendaraan dinas pemerintah, mobil perkebunan, mobil kehutanan, serta kapal non perintis, dan non pelayaran rakyat menggunakan BBM subsidi.
Jika peraturan ini berhasil dijalankan dengan baik, konsumsi BBM subsidi bisa dihemat hingga 1,3 juta kiloliter (KL). "Apabila kita berhasil mengendalikan dan melaksanakan Permen ini, kira-kira akan menghemat 1,3 juta KL," kata Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, baru-baru ini.
(izz)
Lihat Juga :