Pelaku UMKM DIY minta dihapus dari SID

Selasa, 05 Februari 2013 - 18:09 WIB
Pelaku UMKM DIY minta...
Pelaku UMKM DIY minta dihapus dari SID
A A A
Sindonews.com - Para pelaku Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi korban gempa Yogyakarta 2006, minta agar namanya dikeluarkan dalam system informasi debitur (SID). Tanpa itu, mereka tetap akan di-blacklist dan tidak bisa mendapatkan pinjaman perbankan.

Keputusan Komisi VI untuk menghapus kredit macet korban gempa di Jateng dan DIY, telah memberikan harapan baru lahirnya pelaku UMKM yang handal. Pasca gempa mereka tidak bisa mengembangkan usahanya, karena keterbatasan modal. Agunan yang dimiliki masih disita di perbankan, karena kreditnya bermasalah.

“Kami sangat senang, banyak yang menangis dan meluapkan dengan sujud syukur,” tutur Zainal Muttaqien, salah satu korban gempa, Selasa (5/2/2013).

Pemilik Kluwung Craft yang akrab disapa Aim ini mengatakan, dengan penghapusan ini maka agunan yang ada di bank akan kembali. Secara otomatis, akan dijadikan agunan pinjaman di bank untuk mendapatkan modal. Itupun jika nama mereka sudah dihapus dalam SID oleh kalangan perbankan.

SID, ujarnya, menjadi salah satu parameter bagi perbankan untuk mengucurkan kredit. Jika masuk SID, berarti sudah dalam daftar blacklist seperti saat ini. Akibatnya, mereka tidak bisa mendapatkan modal.

Pada kondisi normal, menghapus SID butuh waktu minimal dua tahun. “Kami ingin dihapus dari SID, kalau tetap masuk kita tidak bisa dapat modal,” tuturnya.

Saat ini pelaku UMKM hanya bisa menjalankan usaha yang kecil saja. Mereka hanya bisa memenuhi kebutuhan yang menggunakan modal kecil. Sedangkan untuk order besar mereka tidak akan mampu. Mereka butuh modal minimal 50 persen dari setiap order yang masuk.

Diakuinya, gempa telah meluluhlantakkan usaha para pelaku UMKM. Tidak sedikit yang bangkrut dan tidak bisa berusaha. Bahkan di wilayah Srandakan, salah satu pelaku UMKM, Pardiyo, sampai gantung diri karena selalu dikejar oleh debt collector. “Ini akan menjadi harapan baru bagi kami,” tegas perajin kertas, kayu dan bambu ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
4 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved