Diputihkan, kredit macet korban gempa masih Rp11 M

Selasa, 05 Februari 2013 - 19:01 WIB
Diputihkan, kredit macet...
Diputihkan, kredit macet korban gempa masih Rp11 M
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemutihan kredit macet UMKM oleh Kementerian BUMN ternyata belum menyelesaikan masalah. Masih terdapat Rp11 miliar lebih kredit macet dengan debitur UMKM akibat gempa 2006.

Kepala Dinas Perindagkop DIY Riyadi Ida Bagus mengatakan, sisa kredit macet yang belum terbayar saat ini mencapai Rp40,2 miliar. Adapun dari jumlah tersebut baru Rp27,6 miliar yang berhasil dihapuskan.

"Masih ada kredit macet selain di bank BUMN termasuk Rp653 juta di BUMN nonbank seperti PT Pos Indonesia, PLN, dan Telkom," jelas Riyadi, Selasa (5/2/2013).

Riyadi menambahkan, nilai kredit di lembaga keuangan swasta seperti BPR dan Koperasi mencapai Rp11,9 miliar. Dari rencana lanjutan untuk membantu UMKM korban gempa, diwacanakan mencarikan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN. Dengan kondisi tersebut menurutnya, dalam waktu dekat, Pemda DIY akan menggelar pertemuan untuk menindaklanjuti kredit macet di bank swasta, koperasi dan BPR.

"Termasuk membicarakan nilai kredit macet di BPD DIY yang nilainya mencapai Rp700 juta oleh 18 debitur," tambahnya.

Sebelumnya Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tunggakan kredit UMKM korban gempa mencapai Rp31,8 miliar. Dari nilai tersebut menurut catatan Dinas Perindagkop, belum memperhitungkan tunggakan pinjaman di koperasi.

Dengan demikian, hingga akhir 2012, nilai total tunggakan kredit macet UMKM korban gempa mencapai Rp40,2 miliar. Jumlah tersebut sudah berkurang cukup banyak dibandingkan pada 2010 lalu saat pertamakali persoalan ini mencuat pascagempa bumi 2006. Pada awal persoalan kredit macet muncul, nilai pinjaman yang tertunggak mencapai Rp88 miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved