Indomie ingin dijual ke negara maju via Nigeria

Rabu, 13 Februari 2013 - 10:21 WIB
Indomie ingin dijual...
Indomie ingin dijual ke negara maju via Nigeria
A A A
Sindonews.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, perusahaan-perusahaan Indonesia perlu didorong untuk melakukan investasi di Nigeria. Dengan jumlah penduduk yang besar, potensi pasar di Nigeria cukup besar.

"Nigeria itu kan negara dengan penduduk yang besar mirip kita, sekitar 160-170 juta. Jadi, yang mau kita manfaatkan dari sana, kita mau mendorong orang Indonesia untuk invest di sana," kata Kepala BKPM, Chatib Basri saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Namun, bukan pangsa pasar Nigeria saja yang dibidik. Chatib juga mengemukakan keinginannya untuk memanfaatkan Nigeria sebagai 'pintu masuk' produk-produk Indonesia ke negara-negara maju.

Dia menjelaskan, Nigeria mendapatkan fasilitas kemudahan ekspor dari negara-negara maju karena statusnya masih digolongkan sebagai negara miskin. Dengan berinvestasi di Nigeria, Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Nigeria untuk memasukan produknya ke negara-negara maju.

"Nigeria punya fasilitas untuk bisa masuk ke negara-negara, seperti Amerika Serikat, dengan impor duty yang lebih murah karena dia kan masih dianggap negara miskin. Income pendapatannya masih relatif rendah. Jadi, kalau kita lakukan investasi di sana, kita bisa akses pasar di negara maju," jelas Chatib.

Lebih lanjut, alumni Universitas Indonesia (UI) ini menyebut beberapa produk Indonesia yang bisa dimasukan ke negara-negara maju melalui Nigeria, salah satunya produk mie instan bermerek Indomie. "Saya ambil contoh, produk-produk pasar domestik seperti Indomie, itu doing well di sana. Kemudian juga farmasi, dan garmen," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
13 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
54 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved