Pengusaha tekstil keluhkan banyak pungli

Kamis, 21 Februari 2013 - 18:02 WIB
Pengusaha tekstil keluhkan...
Pengusaha tekstil keluhkan banyak pungli
A A A
Sindonews.com - Banyaknya persyaratan dengan biaya tinggi dan pungutan ilegal alias pungutan liar (pungli), menjadikan beban pengusaha tekstil di Tanah Air sangat berat.

Apalagi, mereka masih disudutkan dengan kewajiban membayar buruh sesuai dengan penerapan upah minimum kabupaten (UMK) dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Padahal, produk China terus menggempur pasar dalam negeri.

Ketua Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPN API), Ade Sudradjat mengatakan, selama ini para pengusaha tekstil banyak dikeluhkan dengan biaya logistik. Untuk mengirim satu truk tekstil ke Jakarta, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp12 juta.

Ade menuturkan, biaya tersebut mulai dari pungutan liar, preman jalanan hingga pungutan di jembatan timbang. Belum lagi, proses administrasi yang lambat dan banyaknya perizinan.

"Biaya ilegal seperti ini selalu muncul dan cukup membebani," tuturnya, Kamis (21/2/2013).

Adanya biaya seperti ini, lanju Ade, menjadikan persaingan dengan produk impor semakin berat. Produk impor biasanya langsung masuk ke pelabuhan, tanpa dikenai biaya tambahan. Hal ini mejadikan persaingan harga semakin ketat karena mereka bisa lebih murah.

Sementara, masalah impor tekstil ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Di mana Jepang dan Korea sudah sejak lama mengirimkan produknya ke tanah air. Produk mereka bisa saling mengisi untuk pasar lokal. Hanya produk berteknologi tinggi yang didatangkan.

Sedangkan, produk yang dikirim ke Jepang dan Korea juga berbeda dengan yang ada di pasar mereka. "China ini produknya sama dengan kita, ini yang harus diperket," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
46 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
56 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved