Percepat RIPH, Kementan akan bentuk komite khusus

Selasa, 05 Maret 2013 - 12:54 WIB
Percepat RIPH, Kementan...
Percepat RIPH, Kementan akan bentuk komite khusus
A A A
Sindonews.com - Dalam rangka memperlancar impor hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) berencana akan membentuk komite khusus yang menangani penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Seperti diketahui, impor sejumlah produk hortikultura terutama bawang putih, mengalami gangguan akibat belum keluarnya RIPH. Akibatnya, harga beberapa jenis hortikultura melonjak dan meningkatkan inflasi.

"Yang kemarin kita pelajari adalah di internal kementerian, perlu ada semacam komite yang terdiri dari beberapa orang untuk menentukan policy soal RIPH hortikultura," jelas Wakil Menteri Pertanian, Rusma Heriawan usai Rapat Koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/3/2013).

Saat ini, urusan RIPH berada di tangan para direktur jenderal dan direktur di Kementan. Bila komite khusus ini dibentuk, tugas para dirjen dan direktur akan menjadi lebih ringan. Mereka hanya perlu berkonsentrasi untuk membuat kebijakan dan melaksanakan program-program Kementan.

"Dirjen dan direktur tinggal eksekusi saja (kalau ada komite khusus RIPH). RIPH sebenarnya ada juga timnya, biar cepat. Dirjen terlalu berat (tugasnya), tidak hanya kuota, dia juga urusi policy dan eksekusi. Ini berbagi tanggung jawab aja," ungkap dia.

Rusman berjanji akan mengembalikan harga bawang putih pada tingkatan yang wajar dan pasokan pun segera kembali normal setelah penetapan RIPH. Penurunan harga ini diperkirakan akan terjadi mulai Maret 2013.

"Saya jamin (harga) bawang putih akan menurun setelah RIPH ditetapkan. RIPH secara bertahap kita keluarkan. Terutama bawang putih, ya nanti bertahap lah," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
1 jam yang lalu
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
1 jam yang lalu
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
1 jam yang lalu
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
1 jam yang lalu
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
2 jam yang lalu
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
2 jam yang lalu
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved