Kemendag siap lelang 332 kontainer bawang putih ilegal

Jum'at, 15 Maret 2013 - 20:23 WIB
Kemendag siap lelang...
Kemendag siap lelang 332 kontainer bawang putih ilegal
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan memiliki beberapa alternatif penyikapan 332 kontainer bawang putih yang saat ini masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya karena tidak memiliki dokumen perizinan impor yang lengkap.

"Terkait kontainer yang tidak memiliki izin apakah itu dari Kemendag. yaitu IT ataupun RIPH dari Kementan, itu akan kita sikapi tentunya ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan usai inspeksi mendadak di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Pada kesempatan ini, Mendag Gita menyatakan keinginan untuk melelang 332 kontainer bawang putih tersebut. Hal ini dilakukan untuk membantu menstabilkan harga bawang putih.

"Nanti untuk kepentingan penjangkauan pasok dan harga yang bisa dijangkau, kita alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah untuk melakukan lelang barang-barang yang tidak memenuhi syarat atau alternatif-alternatif lain yang sangat bisa dipertimbangkan," ucapnya.

Menurut Gita, hal ini tidak melanggar peraturan yang ada. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 60 Tahun 2012 (Permendag No.60/2012) memang diatur bahwa impor hortikultura yang izinnya tak lengkap harus di-reekspor atau dimusnahkan. Namun, boleh saja produk impor hortikultura ilegal masuk ke pasaran demi kepentingan masyarakat.

"Betul ada peraturan begitu tetapi ada peraturan juga yang memperbolehkan, kita lihat di Permendag kita untuk mengambil sikap atau kebijakan khusus untuk kepentingan masyarakat luas," jelas dia.

Usulan ini, lanjutnya, akan segera disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Ini akan kita laporkan ke Menko Perekonomian. Karena situasi yang ada itu yang agak terdistorsi dengan harga yang sudah naik yang per kg," pungkas Gita.

Sebelumnya diberitakan, Kemendag mengisyaratkan akan melepaskan 332 kontainer bawang putih impor yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Bila 332 kontainer tersebut dilepaskan, sebanyak 10 ribu ton bawang putih bisa segera masuk ke pasaran dan membantu stabilisasi harga bawang putih yang kini tengah melambung tinggi.

"Yang di (Tanjung) Perak sedang diteliti dari 531 kontainer itu ada 332 kontainer, kurang lebih 10 ribu ton sudah bisa diketahui itu adalah yang bisa segera dilepas ke pasar," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi, tadi siang.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
46 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved