Impor dibuka, bawang putih berpotensi over kuota

Jum'at, 15 Maret 2013 - 20:33 WIB
Impor dibuka, bawang...
Impor dibuka, bawang putih berpotensi over kuota
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, ada kemungkinan akan terjadi over kuota pasokan bawang putih setelah dibukanya impor bawang putih.

"Tentu saja kalau ada orang yang mendatangkan barang ke sini, tidak memperoleh izin termasuk IT dan RIPH atau SPI, (bisa saja) melebihi kuota," ujar Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan usai inspeksi mendadak di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Sebelumnya, setelah ditegur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akibat meroketnya harga bawang putih, Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera menyelesaikan Surat Persetujuan Impor (SPI) untuk impor bawang putih.

Atas selesainya sekitar 90 persen dari SPI ini, diharapkan 135 ribu ton bawang putih impor segera bisa digelontorkan ke pasar dan harganya bisa kembali normal.

"90 persen dari 160 ribu (ton bawang putih impor), SPI sudah keluar, 135 ribu ton. 90 persen SPI sudah ada," ungkap Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi, tadi siang.

Bachrul berjanji dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu bawang putih impor tersebut akan masuk ke pasaran sehingga stok bawang bertambah. "Mereka kan kelihatan sudah verifikasi ordernya sudah masuk kok. Lagi di verifikasi, masuk 1-2 minggu," imbuhnya.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, harga komoditas bawang putih dan bawang merah benar-benar menghimpit masyarakat. Harga dua komoditi bawah putih dan bawang merah naik hingga 100 persen. Akibat hal ini, omzet pedagang menurun hingga 25 persen.

Jika dalam kondisi normal bawang putih dijual dengan harga Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kg. Namun, saat ini bawang putih dijual dengan harga Rp44 ribu sampai Rp50 ribu per kg. Sementara, harga bawang merah yang awalnya dijual Rp20 ribu sampai Rp23 ribu per kg, kini naik mencapai Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kg.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
16 menit yang lalu
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 20252034
21 menit yang lalu
CFX Crypto Conference...
CFX Crypto Conference 2026 Siap Digelar, Bangun Pilar Kepercayaan Aset Digital
35 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp17.930...
Rupiah Tembus Rp17.930 per Dolar AS, Risiko Impor Minyak Makin Besar
51 menit yang lalu
Usia ke-53 Tahun, Jasindo...
Usia ke-53 Tahun, Jasindo Perkuat Fondasi Bisnis Berkelanjutan
1 jam yang lalu
IHSG Mendadak Jeblok...
IHSG Mendadak Jeblok 4,49% ke Bawah 6.000, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved