Importir dan pelayanan picu harga bawang merah naik

Kamis, 21 Maret 2013 - 15:12 WIB
Importir dan pelayanan...
Importir dan pelayanan picu harga bawang merah naik
A A A
Sindonews.com - Fluktuatif harga komoditas merupakan hal biasa. Namun, jika lonjakan sering terjadi seperti harga bawang merah, bukan hal biasa. Kenaikan harga disinyalir karena permainan importir dan pelayanan distribusi bawang merah dari pelabuhan yang lamban.

"Dua kemungkinan tersebut diketahui dari kenyataan mandegnya berton-ton bawang merah di pelabuhan. Hal ini membuat distribusi ke konsumen terhenti. Hanya ada dua kemungkinan penyebabnya yakni belum cepatnya pelayanan di pelabuhan atau terjadi kartel antar importir," terang Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jamhari, Kamis (21/3/2013).

Menurutnya, ada tiga faktor yang menyebabkan terjadinya lonjakan harga. Yaitu, konsumsi, distribusi, dan produksi. Berdasarkan data BPS, 92 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumsi bawang merah. Sebenarnya, produksi dalam negeri sudah memenuhi 90 persen dari kebutuhan nasional.

"Hanya saja, jika masuk bulan penghujan, produksi kita menurun drastis. Ini membuat bawang merah menjadi komoditas yang butuh importir meski tidak banyak. Namun akhirnya menjadi sedikit terkendala dengan adanya kebijakan pemerintah terkait pembatasan impor hortikultura," jelasnya.

Dia mengungkapkan, sekitar satu tahun terakhir, pemerintah membatasi impor hortikultura, bukan dalam hal kuantitas, namun pada waktu dan lokasi masuknya komoditas. Hortikultura hanya boleh diimpor pada masa paceklik Dan lokasi masuknya barang hanya boleh melalui tiga pelabuhan, yakni Tanjung Perak, Makassar, dan Belawan.

"Kebijakan ini sempat ditentang karena ditakutkan dapat menimbulkan inflasi. Namun, menurut saya kebijakan ini bagus untuk memacu petani meningkatkan hasil produksi. Jika kebutuhan nasional terpenuhi, pemerintah juga tidak perlu impor bawang merah. Tapi konsekuensinya, jika harga mahal, pemerintah wajib turun tangan sebagai pihak yang berwenang mengendalikan harga," kata dosen Sosial Ekonomi Pertanian ini.

Berbeda dengan bawang merah, produktivitas bawang putih nasional justru sangat minim. Petani bawang putih di Indonesia baru mampu memenuhi 20 persen dari kebutuhan nasional. Hal ini membuat pemerintah mengimpor bawang putih dalam jumlah banyak.

"Untuk kenaikan harganya, dipastikan karena adanya permainan pihak importir maupun budaya pedagang Indonesia. Dimana sebuah komoditas mengikuti harga komoditas serupa. Jadi karena bawang merah naik, bawang putih, cabe dan lain-lain ikut naik," papar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
48 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved