Berencana stabilisasi harga, saham LPPF disuspensi
Jum'at, 22 Maret 2013 - 10:12 WIB
Berencana stabilisasi harga, saham LPPF disuspensi
A
A
A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menyusul rencana stabiliasasi harga saham perseroan.
P.H Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Rina Hadriyani mengatakan bahwa BEI melakukan suspensi perdagangan saham LPPF mulai perdagangan sesi I hari ini.
"Suspensi LPPF untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang tidak wajar atas perdagangan efek PT Matahari Departement Store," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Jumat (22/3/2013).
Di samping itu, juga untuk memberikan waktu memadai kepada pelaku pasar untuk mempertiimbangkan secara matang atas kewajaran harga saham perseroan berdasarkan informasi yang ada terkait rencana stabilisasi harga saham perseroan.
BEI melakukan suspensi saham LPPF mulai sesi pagi akhir pekan ini hingga pengumuman lebih lanjut. "Bursa Efek Indonesia meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Matahari Departement Store Tbk," tandas Rina.
P.H Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI, Rina Hadriyani mengatakan bahwa BEI melakukan suspensi perdagangan saham LPPF mulai perdagangan sesi I hari ini.
"Suspensi LPPF untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang tidak wajar atas perdagangan efek PT Matahari Departement Store," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Jumat (22/3/2013).
Di samping itu, juga untuk memberikan waktu memadai kepada pelaku pasar untuk mempertiimbangkan secara matang atas kewajaran harga saham perseroan berdasarkan informasi yang ada terkait rencana stabilisasi harga saham perseroan.
BEI melakukan suspensi saham LPPF mulai sesi pagi akhir pekan ini hingga pengumuman lebih lanjut. "Bursa Efek Indonesia meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Matahari Departement Store Tbk," tandas Rina.
(rna)
Lihat Juga :