Pasokan kurang, harga bawang di Malut masih tinggi

Kamis, 04 April 2013 - 15:52 WIB
Pasokan kurang, harga...
Pasokan kurang, harga bawang di Malut masih tinggi
A A A
Sindonews.com - Meski di beberapa daerah sudah turun, harga bawang merah dan bawang putih di Provinsi Maluku Utara (Malut) justru meroket hingga menembus Rp60 ribu per kilogram (kg). Bahkan, kondisi itu terjadi hampir merata di sejumlah Kabupaten/Kota di Maluku Utara.

Misalnya, harga bawang putih di Kabupaten Halmahera Tengah, mencapai Rp58 ribu per kg ribu dan bawang merah mencapai Rp60 ribu per kg. Di Halmahera Selatan, harga bawang merah mencapai Rp59 ribu per kg dan bawang putih RP60 ribu per kg. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan di Kota Tidore Kepulauan. Harga bawang merah masih berkisar Rp57 ribu per kg dan bawang putih Rp52 ribu per kg.

Sementara di Kabupaten Halmahera Barat, harga bawang putih mencapai Rp59 ribu per kg dan bawang merah Rp57 ribu per kg. Kondisi sedikit berbeda terjadi di Kota Ternate, di mana harga bawang merah dan bawang putih cenderung menurun.
Harga bawang putih di dua pasar rakyat, yakni Pasar Gamalama dan Pasar Bastiong mencapai RP46 ribu per kg dan bawang merah RP45 ribu per kg.

Santi Sawal, pedagang bawang di Pasar Gamalama mengatakan, penurunan harga bawang umumnya dikarenakan pasokan bawang dari beberapa provinsi masing-masing Makassar, Surabaya, dan Manado berjalan lancar. Namun, harga bawang di Ternate masih belum normal.

"Biasa kalau harga normal Rp25 ribu dan Rp30 ribu per kilogram," kata Santi kepada Sindonews, Kamis (4/4/2013).

Menurut Santi, harga bawang diprediksi akan normal dalam kurun waktu dekat. Ini dikarenakan pasokan yang masuk masih belum memcukupi permintaaan. "Apalagi pasokan yang masuk ke Ternate juga didistribusikan ke wilayah lain Malut," tambahannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba mengatakan, pemerintah Malut sudah berupaya menekan kenaikan harga bawang. "Kenaikan harga bawang merah dan bawang putih, ini sudah dibahas. Kini upaya menekan harga pun sedang dilakukan," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Cara Mengecek Status...
Cara Mengecek Status Akreditasi Perguruan Tinggi di BAN PT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved