Pengamat ragukan SPBU orang kaya kurangi subsidi BBM
Sabtu, 13 April 2013 - 12:34 WIB
Pengamat ragukan SPBU orang kaya kurangi subsidi BBM
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat energi dari Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara meragukan rencana pemerintah yang akan membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus orang kaya dapat efektif mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Dia tak yakin lantaran rencana pemerintah sebelumnya yang akan menggunakan alat khusus mendeteksi kendaraan yang bisa membeli premium juga gagal dilaksanakan.
"Saya ragu rencana ini akan berjalan, karena rencana pembatasan yang kemarin saja (pembatasan dengan alat khusus), sekarang ini sudah tidak terdengar lagi kabarnya," kata Marwan saat dihubungi Sindonews, Sabtu (13/4/2013).
Menurutnya, model pengendalian subsidi BBM dengan membangun SPBU khusus akan sulit diimplementasikan di lapangan. Dia justru menyarankan agar pemerintah tidak ragu-ragu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena kondisi saat ini menuntut seperti itu. "Harga BBM memang sudah seharusnya untuk dinaikkan," ujar Marwan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menyatakan, bahwa pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi sebagai upaya mengurangi beban subsidi anggaran. Salah satunya dengan membangun SPBU non subsidi yang dikhususkan untuk masyarakat mampu.
"Orang-orang kaya menengah itu kan biasanya punya mobil dan mobil itulah yang nanti akan dimasukkan ke SPBU yang khusus orang-orang menengah dan kaya. Jadi subsidi keekonomiannya Rp9.500, sekarang kita jual Rp4.500 berarti kami beri subsidi sebesar Rp5.000. Nanti subsidinya jangan Rp5.000, tapi dikurangi," kata Jero, kemarin.
Dia tak yakin lantaran rencana pemerintah sebelumnya yang akan menggunakan alat khusus mendeteksi kendaraan yang bisa membeli premium juga gagal dilaksanakan.
"Saya ragu rencana ini akan berjalan, karena rencana pembatasan yang kemarin saja (pembatasan dengan alat khusus), sekarang ini sudah tidak terdengar lagi kabarnya," kata Marwan saat dihubungi Sindonews, Sabtu (13/4/2013).
Menurutnya, model pengendalian subsidi BBM dengan membangun SPBU khusus akan sulit diimplementasikan di lapangan. Dia justru menyarankan agar pemerintah tidak ragu-ragu untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena kondisi saat ini menuntut seperti itu. "Harga BBM memang sudah seharusnya untuk dinaikkan," ujar Marwan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menyatakan, bahwa pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi sebagai upaya mengurangi beban subsidi anggaran. Salah satunya dengan membangun SPBU non subsidi yang dikhususkan untuk masyarakat mampu.
"Orang-orang kaya menengah itu kan biasanya punya mobil dan mobil itulah yang nanti akan dimasukkan ke SPBU yang khusus orang-orang menengah dan kaya. Jadi subsidi keekonomiannya Rp9.500, sekarang kita jual Rp4.500 berarti kami beri subsidi sebesar Rp5.000. Nanti subsidinya jangan Rp5.000, tapi dikurangi," kata Jero, kemarin.
(izz)
Lihat Juga :