MNC Sky Vision targetkan pelanggan baru tumbuh 35%

Rabu, 17 April 2013 - 12:22 WIB
MNC Sky Vision targetkan...
MNC Sky Vision targetkan pelanggan baru tumbuh 35%
A A A
Sindonews.com - Emiten penyedia jasa televisi berlangganan yang merupakan salah satu anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR), yakni PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) pada tahun ini menargetkan pertumbuhan pelanggan baru sebesar 35 persen dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan tahunan yang dipublikasi perseroan hari ini dipaparkan bahwa jumlah pelanggan pada tahun lalu meningkat 558 ribu atau rata-rata 46 ribu pelanggan baru per bulan.

"Hal ini jauh melebihi target kami, yaitu 405 ribu pelanggan baru pada tahun 2012," kata Komisaris Utama MSKY, Hary Tanoesoedibjo dalam keterangannya, Rabu (17/4/2013).

Dari jumlah itu, jumlah pelanggan baru didominasi pelanggan dari luar Jakarta dan sekitarnya yang mencapai 60-70 persen. Di beberapa daerah, seperti di Sumatera dan Kalimantan, pertumbuhan pelanggan mencapai lebih dari 100 persen per tahun.

Hary menjelaskan, penetrasi TV berlangganan di Indonesia masih yang terendah di Asia Tenggara, sehingga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan.

Pada akhir tahun lalu, hanya sekitar 6,8 persen rumah tangga Indonesia berlangganan layanan TV berlangganan, sedangkan negara Asia Tenggara lainnya memiliki penetrasi 10 persen atau lebih. Bahkan di India, penetrasi pasarnya TV berlangganan mencapai 80 persen.

"Sebagai perusahaan TV berlangganan dengan pertumbuhan pesat di dunia dan pelanggan yang bertambah 50 ribu per bulan pada kuartal akhir 2012, MNC Sky Vision berada pada posisi paling strategis dibanding pesaing untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan di tahun-tahun mendatang," tuturnya.

Pemanfaatan potensi ini akan didukung konten yang unggul, tenaga penjualan internal yang efektif dan satu-satunya pengguna transponder S-band di Tanah Air yang menghasilkan siaran berkualitas tinggi.

Perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2012, saat ini telah menjadi perusahaan TV berlangganan terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 1,72 juta pelanggan dan pangsa pasar mencapai 71 persen.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pangsa pasar meningkat menjadi 72 persen. Saat ini, perseroan memiliki tiga bisnis televisi berlangganan, yakni Indovision, Top TV dan Okevision.

"Pada tahun 2013, kami akan terus berinvestasi di saluran. Kami perkirakan bahwa marjin akan meningkat dan pelanggan akan bertumbuh sebesar 35 persen, sementara EBITDA tetap stabil," ujar Hary.

Dengan meningkatnya marjin, menurut dia, perseroan akan memperoleh dana tambahan yang akan diinvestasikan kembali. Perseroan juga akan menawarkan saluran baru, baik internasional maupun lokal secara eksklusif.

Sementara perseroan pada tahun lalu berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 38 persen menjadi Rp2,4 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai Rp1,7 triliun. Laba usaha naik 40 persen menjadi Rp495 miliar dari Rp353 miliar pada 2011. Sedangkan laba bersih naik menjadi Rp82 miliar dari tahun sebelumnya Rp65 miliar, dengan EBITDA tumbuh 38 persen dari Rp728 miliar menjadi Rp1 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Vision Berikan Bantuan...
MNC Vision Berikan Bantuan Sembako hingga Kebutuhan Medis ke Rumah Singgah Sani Depok
MNC Sky Vision Optimistis...
MNC Sky Vision Optimistis Jumlah Pelanggan Naik Dua Kali Lipat
Ketua Rumah Singgah...
Ketua Rumah Singgah Sani Depok: Donasi MNC Vision Sangat Membantu Anak-anak
Tingkatkan Kinerja,...
Tingkatkan Kinerja, MNC Sky Vision Bidik Jutaan Pelanggan lewat Jaringan LCO
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
MNC Sky Vision Siap...
MNC Sky Vision Siap Luncurkan Layanan Addressable TV Advertising Tahun Depan
Berita Terkini
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
1 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
4 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
5 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
5 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved