Petani merugi akibat harga jual gabah turun

Kamis, 18 April 2013 - 15:28 WIB
Petani merugi akibat...
Petani merugi akibat harga jual gabah turun
A A A
Sindonews.com - Harga jual gabah Jawa Barat (Jabar) berpotensi menurun atau di bawah harga jual dari harga pokok petani (HPP) pemerintah. Turunnya harga gabah akibat hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah pada musim panen raya April ini.

Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar, Entang Sastraatmadja mengakui, musim hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Jabar pada musim panen raya merugikan petani. Harga jual gabah diperkirakan akan lebih rendah dari HPP pemerintah sebesar Rp4.200 per kkilogram (kg).

"Apabila kadar air dalam gabah cukup tinggi, harga gabah di pastikan turun. Harganya bisa jadi berkisar Rp4.000 per kg," katanya, Kamis (18/4/2013).

Menurutnya, harga gabah yang bisa diserap Bulog dengan harga Rp4.200 per kg apabila kadar air dalam gabah tidak lebih dari 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen.

Standar tersebut, lanjut dia, sulit terpenuhi apabila musim panen raya berbarengan dengan musim penghujan. Karena, untuk mengeringkan gabah, petani mengandalkan sinar matahari. Sementara, saat ini hujan nyaris terjadi setiap hari. Sayangnya, sebagian besar petani di Jabar belum memiliki alat pengering.

"Pertanian di Jabar sebagian besar masih diolah menggunakan cara-cara tradisional. Mereka tidak memiliki alat pengolahan, pengering, serta lumbung penyimpanan gabah. Akibatnya, walaupun harganya turun, mereka terpaksa menjual," jelasnya.

Mestinya, lanjut Entang, pemerintah melalui penyuluh pertanian memberikan edukasi kepada petani. Sehingga, apabila musim panen bertepatan pada musim penghujang, petani tetap mendapatkan harga jual maksimal.

Pada dasarnya, lanjut dia, petani sangat berkeinginan menjual hasil panen padi dalam bentuk beras. Namun, untuk menjual beras, petani membutuhkan lumbung serta alat pengering. Padahal, dengan menjual beras, petani akan mendapatkan nilai jual lebih tinggi. HPP pemerintah untuk beras mencapai Rp6.600 per kg.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
1 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
2 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
2 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
2 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
3 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved