Networking masih jadi kendala utama BPR

Kamis, 25 April 2013 - 19:34 WIB
Networking masih jadi...
Networking masih jadi kendala utama BPR
A A A
Sindonews.com - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mampu eksis dan tumbuh di tengah masyarakat Indonesia. Terbukti, mereka mampu membukukan asset hingga Rp68,3 triliun pada Februari lalu, atau tumbuh 14 persen dibanding periode yang sama 2012. Namun tantangan BPR kedepan cukup berat, salah satunya dalam sistem networking dan jaringan online.

Ketua Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (DPP Perbarindo) Joko Suyanto mengatakan, asset yang ada dibanding dengan share perbankan nasional masih sangat kecil atau sekitar 5 persen saja. Namun BPR telah berhasil melayani lebih dari 13,5 juta nasabah yang sebagian dari kalangan UMKM.

“Ini adalah kebanggaan kita BPR masih diminati kalangan UMKM,” jelas Joko pada pembukaan BPR Marketing Forum 2013 di Inna Garuda Hotel, Yogyakarta, Kamis (25/4/2013).

Menurutnya, BPR juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga berupa tabungan dan deposito senilai lebih dari Rp55 triliun. Dana ini lebih dari 15 persen telah disalurkan kembali, dan BPR dipercaya sebagai komuniti bank. "Pretasi ini harus terus ditingkatkan untuk menghadapi persaingan pasar yang kian kompetitif," ujarnya.

BPR, ujar Joko, sangat diperlukan oleh kalangan perbankan umum untuk menyalurkan DPK yang dihimpun. Sesuai aturan yang ada, bank umum wajib untuk menyalurkan 18 persen dananya secara langsung dan bekerjasama dengan BPR melalui linkage program. “Pengembangan IT sangat diperlukan namun harus dicari yang murah dan aplikatif,” ujarnya.

Diakuinya, tantangan BPR di masa mendatang cukup ketat. Tantangan internal misalnya, tidak lepas dari keberadaan SDM yang ada, modal yang terbatas dan layanan produk yang ada, suku bunga yang ditetapkan belum menjadikan BPR sebagai bank termurah dalam menentukan suku bunganya. BPR juga harus fokus dalam likuiditas dan mengelola pembiayaan.

Tantangan eksternal tidak lepas dari system pengawasan yang ada. Selama ini BPR diawasi langsung oleh Bank Indonesia. Namun, setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbentuk, pengawasan melekat kepadanya. Padahal dalam pengawasan nanti akan ada pungutan yang harus disetorkan oleh perbakan.

“Forum ini akan menjadi salah satu cara untuk membuka wawasan yang kompoetitif, strategis dan membangun BPR yang memiliki daya saing,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
7 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
44 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
56 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved