Komisi XI setujui pertumbuhan ekonomi 6,2-6,5%

Rabu, 29 Mei 2013 - 09:18 WIB
Komisi XI setujui pertumbuhan...
Komisi XI setujui pertumbuhan ekonomi 6,2-6,5%
A A A
Sindonews.com - Setelah rapat alot, Komisi XI akhirnya menyetujui asumsi makro yang diajukan oleh pemerintah untuk dibawa ke Badan Anggaran (Banggar) untuk selanjutnya dibawa ke sidang paripurna pada 17 Juni mendatang.

"Jadi keputusan Komisi XI tentang range pertumbuhan ekonomi 2013 sebesar 6,2 sampai 6,5 persen ya," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Azis sambil mengetuk palu tanda bahwa asumsi tersebut sudah disepakati di gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/5/2013) malam.

Dia juga menyebut bahwa angka inflasi juga disetujui. Pemerintah seelumnya memberikan asumsi inflasi sebesar 7,2 persen. Tetapi beberapa pendapat sejumlah fraksi yang berbeda, sehingga kisaran inflasi ditetapkan menjadi 6-7,2 persen.

"Ada beberapa pandangan fraksi-fraksi yang berbeda dengan asumsi pemerintah, sehingga dibuat dengan angka rata-rata dengan range 6 sampai 7,2 persen. Sedangkan asumsi nilai tukar rupiah sudah disetujui sebelumnya sebesar Rp9.600 per dolar dan SPN 3 bulan dengan bunga 5 persen," tuturnya.

Sebelum kisaran angka tersebut ditetapkan, fraksi-fraksi di Komisi XI memberikan pendapat masing-masing tentang angka pertumbuhan mereka.

Fraksi PKS menetapkan angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,3-6,5 persen, dengan angka inflasi 6 persen demi mendorong perbaikan efisiensi belanja agar APBN dapat lebih terserap

Fraksi PAN cenderung mengikuti pemerintah dengan angka inflasi 7,2 persen, walaupun menetapkan angka pertumbuhan 6,3 persen. Gerinda mengajukan pertumbuhan ekonomi 6,3-6,5 persen, dengan angka inflasi sebesar 6 persen. Gerinda memberikan catatan agar pemerintah mengendalikan tarif angkutan umum.

Golkar mengajukan angka pertumbuhan ekonomi dengan kisaran 6,3-6,5 persen dan inflasi sebesar 6,8-7 persen. PDIP mengajukan pertumbuhan ekonomi 6,3-6,5 persen, dengan inflasi masih bertahan di kisaran 6 persen.

Sedangkan Demokrat mengikuti angka pertumbuhan ekonomi yang diajukan pemerintah pada angka 6,2 persen dan inflasi sebesar 7,2 persen. Sementara fraksi PKB, PPP, dan Hanura tidak dapat memberikan pandangan mereka karena tidak menghadiri rapat.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nah Lho, Bos BI Sebut...
Nah Lho, Bos BI Sebut Asumsi Inflasi 3% di 2021 Sangat Berat
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Asumsi Makro 2022 Dirombak,...
Asumsi Makro 2022 Dirombak, Berikut Rinciannya
Ini Tantangan bagi Pemerintahan...
Ini Tantangan bagi Pemerintahan Prabowo Capai Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2025
Asumsi Inflasi 1,5-3,5%...
Asumsi Inflasi 1,5-3,5% di 2025, Ekonom Wanti-wanti Harga BBM dan Listrik
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
33 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
40 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved