Pelapor Khusus PBB monitor program perumahan layak

Kamis, 30 Mei 2013 - 16:10 WIB
Pelapor Khusus PBB monitor...
Pelapor Khusus PBB monitor program perumahan layak
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menerima kunjungan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa Bangasa (PBB) yang menangani Hak Atas Perumahan Layak.

Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya membuat kebijakan serta mendorong akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat kurang mampu, sehingga mereka bisa memiliki rumah yang layak huni. Apalagi, saat ini kebutuhan rumah masyarakat di Indonesia sangat tinggi.

"Kami berharap kunjungan Pelapor Khusus PBB mengenai Hak Atas Perumahan Layak diharapkan dapat mengekspose kemajuan pembangunan nasional di bidang perumahan dan memberikan masukan bagi pemerintah Indonesia melalui pendekatan HAM," ujar Djan dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Rombongan Pelapor khusus PBB yang beranggotakan sekitar tujuh orang tersebut diundang secara resmi oleh pemerintah Indonesia. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan komitmen Indonesia sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk bekerja sama dengan mekanisme HAM PBB khususnya di bidang perumahan.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing deputi di lingkungan Kemenpera juga menjelaskan tentang kebijakan serta program perumahan yang telah dan akan dilaksanakan oleh Kemenpera. Berbagai program prorakyat mulai dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), program pengentasan kawasan kumuh, pembangunan Rusun sewa serta fasilitasi KPR melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan kebijakan lainnya mendapat apresiasi dari perwakilan PBB tersebut.

Sementara itu, Pelapor Khusus PBB yang menangani Hak Atas Perumahan Layak, Raquel Rolnik menyatakan bahwa dia bersama rombongan akan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia mulai tanggal 30 Mei–11 Juni 2013 untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

"Tujuan utama kami ke Indonesia adalah untuk memperoleh informasi mengenai pemajuan hak atas perumahan yang layak melalui dialog dengan pemangku kepentingan terkait serta melihat secara langsung hasil pembangunan perumahan di lapangan," katanya.

Menurut Raquel, sejak diberikan mandat untuk melakukan monitor hak atas perumahan layak oleh PBB pihaknya terus memantau program pembangunan perumahan, khususnya untuk masyarakat kurang mampu tidak hanya di Indonesia tapi juga program serupa di seluruh dunia.

Selain melakukan monitoring hasil pembangunan perumahan, pihaknya juga berupaya melakukan kerjasama dengan LSM, perusahaan dan pemerintah setempat agar program perumahan bisa lebih merata.

"Kami mengapresiasi terhadap program serta hasil pembangunan perumahan untuk masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Sebagai negara berkembang Indonesia membutuhkan lebih banyak dukungan terhadap program pembangunan perumahan," harapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peserta Tapera Ditarget...
Peserta Tapera Ditarget Capai 13 Juta Dalam 5 Tahun
Aturan Investasi Dana...
Aturan Investasi Dana Tapera Harus Transparan
Singapura Sejak 1950...
Singapura Sejak 1950 dan China 90-an, Tabungan Perumahan Rakyat Baru Mulai di RI
3 Opsi Apartemen Ekslusif...
3 Opsi Apartemen Ekslusif dengan Pemandangan Laut Lepas di Indonesia
Menteri Basuki Minta...
Menteri Basuki Minta Jangan Tutupi Hak Konsumen Saat Beli Rumah
PNS Pensiun dan Ahli...
PNS Pensiun dan Ahli Waris Siap-siap! BP Tapera Akan Kembalikan Dana Taperum
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved