Gita ingin perkuat sistem perdagangan multilateral

Selasa, 09 Juli 2013 - 11:24 WIB
Gita ingin perkuat sistem...
Gita ingin perkuat sistem perdagangan multilateral
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan menyatakan bahwa Indonesia menggarisbawahi pesan agar semua negara menunjukkan fleksibilitasnya di meja perundingan agar pertemuan KTM WTO ke-9 di Bali dapat mencapai sasaran.

“Indonesia berkepentingan agar sistem perdagangan multilateral dapat terus ditegakkan dan diperkuat. Di bawah sistem WTO ini, negara berkembang dan LDCs memiliki hak yang sama dengan negara maju. Mekanisme penyelesaian sengketa di WTO merupakan salah satu contoh bahwa negara anggota sekecil apapun dapat menuntut negara besar bila dianggap melanggar komitmennya di WTO,” ujar Gita dalam siaran persnya, Selasa (9/7/2013).

Kedatangan Mendag RI dalam pertemuan Aid for Trade di Jenewa dilakukan hanya berselang dua hari setelah Pejabat Senior (Senior Official Meeting/SOM) APEC melakukan pertemuannya di Medan, Sumatera Utara.

Dalam pertemuan SOM3 ini, Indonesia juga mendorong para ekonomi APEC agar memberikan dukungan positif pada proses perundingan di Jenewa agar KTM WTO di Bali dapat mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua anggota.

Mendag menilai sejauh ini Indonesia berhasil mendorong kerja sama APEC untuk lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan adil. Ini sejalan dengan tema APEC tahun ini yakni ‘Resilient Asia-Pacific, Engine of Global Growth’.

“Pemikiran kita adalah integrasi ekonomi di kawasan ini akan membawa pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup. Namun agenda integrasi ekonomi tersebut tidak dengan sendirinya dapat mengatasi masalah kesenjangan pembangunan,” jelasnya.

Oleh karena itulah, tahun ini Indonesia mengusulkan pendalaman kerja sama yang diarahkan pada upaya pemberdayaan UKM, wanita pengusaha, pebisnis pemula dan kalangan terpinggirkan dengan mengajukan kerja sama pengembangan UKM, financial inclusion, konektivitas, pendidikan, ketahanan pangan dan ketahanan energi, serta pengarusutamaan ekonomi kelautan.

“Harus ada keseimbangan antara liberalisasi, fasilitasi dan upaya untuk mengentaskan jurang pembangunan antar ekonomi, antar kawasan dan antar pelaku usaha yang merupakan mayoritas pemangku kepentingan,” tambah Mendag.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved