Pemerintah dinilai cenderung takuti pengusaha soal pajak

Kamis, 11 Juli 2013 - 13:33 WIB
Pemerintah dinilai cenderung...
Pemerintah dinilai cenderung takuti pengusaha soal pajak
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengingatkan pemerintah untuk tidak menakut-nakuti pengusaha dalam masalah pajak. Karena akan berdampak buruk bagi iklim investasi di Indonesia.

"Saya perhatikan ada kecenderungan untuk menakut-nakuti dan membesar-besar masalah, misalnya dalam kasus pajak yang membelit kelompok usaha sawit Asian Agri Group (AAG)," kata Sofyan Wanandi di Jakarta, kamis (11/7/2013).

Sofjan mengingatkan, pemerintah juga tidak bisa seenaknya melakukan tekanan dengan ancaman akan membekukan aset anak perusahaan ketika ada persoalan pajak. "AAG sudah memenuhi sebagian kewajibannya, namun tetap ada tekanan untuk membekukan aset perusahaan," ujarnya.

Menurutnya, pengusaha mempunyai peran penting karena membuka peluang kerja dan memberi kontribusi bagi perekonomian di Indonesia. "Jadi tidak bisa seenaknya langsung mengancam untuk membekukan aset anak perusahaan karena ada ribuan tenaga kerja di dalamnya," kata dia.

Pemerintah, kata Sofjan, harus memahami bahwa masalah yang dihadapi dunia usaha tidak ringan. "Dunia usaha apalagi perusahaan-perusahaan besar pastinya mempunyai komitmen untuk melakukan usahanya secara benar," jelasnya.

Seperti diketahui, belum lama ini, Kejaksaaan Agung (Kejagung) mengungkapkan, pihaknya memblokir aset perusahaan AAG terkait kasus pajak senilai Rp2,5 triliun. "Terkait dengan aset-aset itu kita sudah lakukan pemblokiran," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Mahfud Manan.

Berdasarkan keputusan MA tanggal 18 Desember 2012, AAG dinyatakan kurang membayar pajak pada periode 2002-2005 senilai Rp1,25 triliun dan denda Rp1,25 triliun. Total yang harus dibayarkan Rp2,5 triliun.

General Manager AAG, Freddy Widjaya mengatakan, pihaknya akan mengajukan peninjauan kembali (PK). Dia menjelaskan, AAG merupakan pembayar pajak yang cukup besar pada kurun waktu 2002-2005.

Perusahaan, kata dia telah melaporkan dan membayar jumlah pajak yang benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, pada periode tersebut total penghasilan bersih AAG mencapai Rp1,24 triliun.

"Jika pajak yang dikenakan sebesar Rp1,25 triliun, tarif pajak yang dikenakan adalah 100 persen. Namun kami akan tetap kooperatif sambil tetap melakukan PK," pungkas Freddy.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asian Agri Bantu Masyarakat...
Asian Agri Bantu Masyarakat Desa Cegah Pandemi Covid-19
Industri Sawit Tahan...
Industri Sawit Tahan Banting di Tengah Pandemi Covid-19
Laporan Pandawa Agri...
Laporan Pandawa Agri 2023 Dorong Transformasi Sektor Pertanian
Inovasi Digital Membentuk...
Inovasi Digital Membentuk Masa Depan Industri Sawit
Dari Kebun ke Energi...
Dari Kebun ke Energi Masa Depan: Asian Agri dan Apical Soroti Manfaat Kelapa Sawit
Asian Agri Tingkatkan...
Asian Agri Tingkatkan Penghasilan Petani Dua Kali Lipat Lewat Replanting
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved