Harga emas dunia naik untuk hari kedua

Senin, 05 Agustus 2013 - 15:05 WIB
Harga emas dunia naik...
Harga emas dunia naik untuk hari kedua
A A A
Sindonews.com - Harga emas dunia naik untuk hari kedua, setelah data pekerjaan AS mendukung Federal Reserve AS (Fed) mempertahankan stimulus dan tanda-tanda peningkatan permintaan, pasca-harga jatuh ke level terendah dalam dua pekan.

Spot emas naik sebanyak 0,7 persen menjadi USD1.321,20 per ounce. Berada di USD1.314,66 pada pukul 14.59 di Singapura. Bullion berakhir 0,1 persen lebih tinggi di USD1.311,75 pada 2 Agustus, rebound dari USD1.283,30 (setelah laporan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS menambah pekerja lebih sedikit dari yang diantisipasi pada Juli, bahkan ketika tingkat pengangguran turun).

Emas telah melemah 22 persen tahun ini dan ditetapkan untuk menghentikan bull 12 tahun berjalan di tengah spekulasi bank sentral AS akan kembali pada skala stimulus. Pekan lalu, Fed menyatakan akan mempertahankan program pembelian obligasi USD85 miliar per bulan dan di tengah inflasi rendah bisa menghambat ekspansi ekonomi.

Sebanyak 50 persen dari 54 ekonom yang disurvei Bloomberg bulan lalu memperkirakan bank sentral memutuskan untuk menurunkan pembelian obligasi pada September.

"Harga kembali dari posisi terendah intraday pada Jumat, setelah pertumbuhan payrolls pada Juli datang jauh dari harapan, yang mengarah ke spekulasi bahwa rencana Fed untuk membeli obligasi lancip bisa didorong lebih jauh. Walhasil permintaan beli emas tetap kuat," kata Mark To, kepala penelitian Wing Fung Financial Group, pedagang logam mulia dan refiner berbasis di Hong Kong, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (5/8/2013).

Perdagangan di konsumen emas terbesar kedua dunia, China, volume kontrak Indeks Shanghai naik menjadi 17.165 kilogram pada 2 Agustus, dari 11.810 kilogram pada 1 Agustus (menurut data dari Shanghai Gold Exchange). Di mana volume mencapai rekor 43.272 kilogram pada 22 April.

Emas untuk pengiriman Desember naik sebanyak 0,8 persen menjadi USD1.320,30 per ounce di Comex New York, dan diperdagangkan USD1.314.

Manajer dana memotong net-long emas di posisi 6,5 persen untuk 65.517 berjangka dan opsi dengan 30 Juli menurunkan taruhan bullish untuk pertama kalinya dalam lima pekan (data Commodity Futures Trading Commission AS) Kontrak pendek Holdings naik 6,8 persen, kenaikan terbesar dalam enam pekan.

Sementara Perak untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,7 persen menjadi USD20,04 per ounce, dan berada di USD19,964. Kemudian Spot platinum naik sebanyak 0,4 persen menjadi USD1.452,05 per ounce, dan berada di USD1.448,80. Selanjutnya, Palladium naik 0,3 persen menjadi USD732,20 per ounce.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
39 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penghasil...
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved