Pengembangan gas East Natuna dilakukan tahun ini

Selasa, 13 Agustus 2013 - 19:12 WIB
Pengembangan gas East...
Pengembangan gas East Natuna dilakukan tahun ini
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menegaskan penandatanganan kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) pengembangan gas Blok East Natuna, Kepulauan Riau dilakukan tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, pemerintah masih mengkaji permintaan konsorsium Natuna mengenai insentif yang di antaranya terkait tax holiday atau pembebasan pajak.

"Sekarang sedang kami finalkan dengan Menteri Keuangan. Begitu ini final dengan Menteri Keuangan, kami bisa proses PSC-nya. Target saya tahun ini selesai," kata dia saat ditemui disela acara halal bihalal di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/8/2013).

Jero menjelaskan, tax holiday akan diberikan setelah Blok Natuna tersebut mulai berproduksi pada 2024. Pembebasan pajak itu hanya berlaku selama lima tahun sehingga akan berakhir pada 2029. Sedangkan mengenai besaran bagi hasil antara kontraktor kontrak kerjasama dengan pemerintah, Jero belum bisa membeberkan.

"Saya nggak lihat detailnya. Yang lain sudah oke semua, kemarin tinggal itu saja (tax holiday)," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Edy Hermantoro menambahkan, tax holiday tidak langsung diberikan ketika PSC ditandatangani. Melainkan diberikan setelah kinerja keuangan konsorsium Natuna mengalami nilai positif.

"Ketika produksi awal kan masih kecil jadi cash flow-nya negatif. Begitu muncul positif jangan dipajakin dulu, itu namanya tax holiday," jelasnya.

Menurut dia, terdapat dua sistem bagi hasil pada pengelolaan Blok East Natuna. Sistem pertama terkait dengan lapangan Natuna D-Alpha dan sistem kedua terkait lapangan di luar Natuna D-Aplha.

Kemudian tax holiday, hanya diberikan untuk lapangan Natuna D-Alpha lantaran kadar CO2 tinggi. Sehingga memerlukan teknik injeksi aqualifer untuk menyimpan CO2 itu dibatuan. "Tapi saya lupa besaran bagi hasil pada lapangan Natuna D-Alpha ini," kata dia.

Kendati begitu, pemerintah akan mendapatkan bagi hasil yang lebih besar dari kontraktor kontrak kerjasama pada lapangan di luar Natuna D-Alpha. Hal ini, lanjutnya, lantaran wilayah tersebut merupakan lokasi aqualifer dilakukan.

"Mereka injeksi aqualifer dengan cara ngebor. Kami antisipasi kalau saat ngebor itu ketemu minyak dan gas," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Resmi Kelola...
Pertamina Resmi Kelola Blok East Natuna Selama 30 Tahun
Kembangkan Blok East...
Kembangkan Blok East Natuna, Ini Rekomendasi dari IATMI
Akan Dilelang Ulang,...
Akan Dilelang Ulang, Segini Deposit Gas di Blok East Natuna
Pertamina Resmi Garap...
Pertamina Resmi Garap Blok East Natuna, Investasi Capai Rp187 M
Rusia Incar Harta Karun...
Rusia Incar Harta Karun RI di Laut Natuna, Ini Isinya
Wilayah Paling Kaya...
Wilayah Paling Kaya Gas di Blok East Natuna hanya Akan Diberikan ke Raksasa Migas
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
49 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved