Harga anjlok, petani tomat di Simalungun merugi

Senin, 19 Agustus 2013 - 12:11 WIB
Harga anjlok, petani...
Harga anjlok, petani tomat di Simalungun merugi
A A A
Sindonews.com - Petani tomat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mengalami kerugian besar akibat anljoknya harga dan tidak bisa menanam akibat musim kemarau yang sudah terjadi sejak sepekan belakangan ini di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi tomat.

Salah seorang petani di Desa Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Guntur Purba mengatakan, saat ini harga tomat di tingkat petani hanya Rp700 per kilogram, dan sepekan sebelumnya sempat Rp2.000 per kilogram.

Ironisnya, lanjut Guntur, saat ini banyak petani khususnya di Kecamatan Silimakuta yang justru tidak bisa menanam tomat, karena musim kemarau. Namun, harganya tetap anljok, sehingga membingungkan petani.

“Petani tomat saat ini bingung, harganya di tingkat petani anjlok, padahal produksi tidak melimpah, karena sudah sepekan ini petani tidak bisa menanam akibat musim kemarau,” ujar Guntur.

Dia menambahkan, anjloknya harga tomat di tingkat petani, menyebabkan petani harus mengalami kerugian yang besar karena biaya produksi tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Menurutnya, biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk satu batang tanaman tomat, sekitar Rp5.000, sedangkan produksi satu batang paling banyak 5 kilogram, sehingga hasil penjualan yang diperoleh petani hanya sekitar Rp3.500 dengan harga saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Pemkab Simalungun, Jan Posman Purba mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab anjloknya harga tomat saat ini, sementara produksinya juga minim.

“Kalau masalah anjloknya harga tomat saat ini, belum dapat dipastikan penyebabnya, padahal produksi tidak melimpah karena saat musim kemarau petani memang tidak bisa menanam tomat,” tandas Jan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
6 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
6 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
7 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
7 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
8 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
8 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved