FP3A tuding perusahaan ayam mainkan harga

Senin, 23 September 2013 - 15:10 WIB
FP3A tuding perusahaan...
FP3A tuding perusahaan ayam mainkan harga
A A A
Sindonews.com - Harga ayam di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus naik dari Rp17 ribu per ekor menjadi Rp32 ribu per ekor. Mahalnya harga ayam di Pasar Raya Padang, ini diduga dimonopoli oleh perusahaan ternak ayam.

"Tingginya harga ayam saat ini diduga produsen ayam potong menjual tidak merata ke pedagang. Sehingga harganya naik, ada juga pasokan yang seharusnya untuk Kota Padang dijual ke luar daerah," kata Ketua Forum Komunikasi Persatuan Peternak dan Pedagang Ayam (FP3A) Kota Padang, Edi Prima, Senin (23/9/2013).

Menurut dia, tingginya harga ayam potong tersebut sudah berlansung sebulan terakhir, padahal jika naik itu saat lebaran saja. "Harga akan kembali normal pasca Lebaran. Kami meminta pemerintah kota Padang dapat segera mengatasi persoalan ini, sehingga ke depan perusahaan pemasok bisa mendistribusikan ayam lebih merata kepada pedagang," kata dia.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Raya Blok I Padang, Syafril mengatakan, kenaikan harga ayam ini diduga harga pakan naik sehingga membutuhkan biaya yang besar untuk peternak ayam.

"Pembali banyak sementara pasokan ayam sendiri kurang, mau kami naikkan harganya nanti ayam ini tidak laku, kemudian bisa ditegur pemerintah," ujarnya.

Syafril mengatakan, harga ayam yang dibeli produsen Rp20 ribu sampai Rp30 ribu perkilogram (kg), satu ekor ayam itu ada seberat 1,4-1,6 kg. Untuk mengakali agar tidak merugi, dia dan beberapa pedagang lainnya menjual ayam per ekor saja tidak ditimbang.

"Satu ekor ayam ukuran kecil kita jual Rp30 ribu dan ukuran besar Rp32 ribu, harganya dinaikkan hanya untuk menutupi biaya transportasi sampai upah buruh," katanya.

Dalam sehari, biasanya dia bisa menjual ayam sebanyak 80 ekor, tapi sejak minimnya pasokan ayam dia hanya bisa menjual 40 ekor. "Selain itu juga harganya yang membuat kita terbebani biayanya, pasokan ayam juga kurang," katanya.

Lisnawati, ibu rumah tangga dari Aur Duri, Padang Timur, urung membeli ayam potong untuk kebutuhan rumah. "Tadi rencananya kita mau beli ayam satu ekor, tapi harganya naik tidak jadi kita beli. Biasanya kalau saya beli ayam satu ekor itu harganya paling mahal Rp20 ribu, tapi kalau sekarang tentu kita harus berhemat, apalagi saat ini bulan tua," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved