Penguatan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung
Kamis, 17 Oktober 2013 - 08:10 WIB
Penguatan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung
A
A
A
Sindonews.com - Beratnya masa cobaan telah berakhir setelah terjadinya kesepakatan mengenai debt ceiling dan kembali dibukanya roda pemerintahan AS yang kemudian mendorong kenaikan tajam Dow Jones, dimana faktor inilah menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat dalam perdagangan Kamis ini.
"Telah diselesaikannya persoalan AS menurut saya juga menjadi modal kuat untuk IHSG berpeluang melanjutkan relinya hingga akhir tahun 2013 seiring akan membaiknya data ekonomi Indonesia, baik itu cooling down inflasi, menurunnya defisit perdagangan dan current account," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (17/10/2013).
Meskipun demikian, Edwin melihat, secara teknikal perdagangan hari ini akan dibayangi aksi ambil untung meskipun tidak signifikan. Dia memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 4.473-4.552.
“Pola short black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan munculnya aksi minor profit taking," imbuh Edwin.
Lebih rinci Edwin memaparkan, Dow Jones naik tajam 205,82 poin (1,36 persen) ditutup di level 15.373,83 disertai kejatuhan tajam The Vix 21,17 persen ditutup di level 14,71.
Penguatan ini terjadi di tengah data ekonomi homebuilder sentiment bulan Oktober yang turun ke level 55, level terendah sejak Juni 2013 dan lebih rendah dari konsensus ekonom di level 58.
Penguatan ini juga didorong adanya berita tentang kesepakatan antara Pimpinan US Senate Majority Harry Reid dan Pimpinan Senate Republican Mitch McConnel yang akan membuka kembali pemerintahan sampai 15 Januari 2014.
Senat juga bersepakat meningkatkan debt ceiling hingga 7 Februari 2014, sehingga dengan kesepakatan ini bisa menghindari AS dari debt default.
Sekitar 55 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 yang telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 57 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau jauh di bawah rata-rata sejarah, yakni 63 persen.
Saat ini analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
"Telah diselesaikannya persoalan AS menurut saya juga menjadi modal kuat untuk IHSG berpeluang melanjutkan relinya hingga akhir tahun 2013 seiring akan membaiknya data ekonomi Indonesia, baik itu cooling down inflasi, menurunnya defisit perdagangan dan current account," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (17/10/2013).
Meskipun demikian, Edwin melihat, secara teknikal perdagangan hari ini akan dibayangi aksi ambil untung meskipun tidak signifikan. Dia memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 4.473-4.552.
“Pola short black candle terbentuk atas IHSG mengindikasikan munculnya aksi minor profit taking," imbuh Edwin.
Lebih rinci Edwin memaparkan, Dow Jones naik tajam 205,82 poin (1,36 persen) ditutup di level 15.373,83 disertai kejatuhan tajam The Vix 21,17 persen ditutup di level 14,71.
Penguatan ini terjadi di tengah data ekonomi homebuilder sentiment bulan Oktober yang turun ke level 55, level terendah sejak Juni 2013 dan lebih rendah dari konsensus ekonom di level 58.
Penguatan ini juga didorong adanya berita tentang kesepakatan antara Pimpinan US Senate Majority Harry Reid dan Pimpinan Senate Republican Mitch McConnel yang akan membuka kembali pemerintahan sampai 15 Januari 2014.
Senat juga bersepakat meningkatkan debt ceiling hingga 7 Februari 2014, sehingga dengan kesepakatan ini bisa menghindari AS dari debt default.
Sekitar 55 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 yang telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 57 persen diantaranya mengalahkan estimasi laba bersih awal analis atau jauh di bawah rata-rata sejarah, yakni 63 persen.
Saat ini analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
(rna)
Lihat Juga :