IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.480-4.544
Kamis, 17 Oktober 2013 - 08:32 WIB
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.480-4.544
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan dibayangi aksi ambil untung.
Pengunduran waktu pagu utang mendorong pelaku pasar untuk ambil langkah aman dengan melakukan aksi ambil untung. Bila dilihat secara teknikal, pergerakan IHSG seolah didukung untuk kembali mencatatkan pelemahan.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.480-4.488 dan resistance 4.530-4.544," kata Reza, Kamis (17/10/2013).
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.533,03 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.484,38 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.492,26.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG sempat berada di kisaran target resisten kami (4.527-4.550), namun akhirnya berada di bawah kisaran target support kami (4.498-4.510)," kata Reza
Pelaku pasar memilih untuk mengamankan posisinya, sehingga mengakibatkan laju bursa saham Asia berada dalam laju negatifnya. Kemarin, pelaku pasar khawatir makin dengan semakin berlarut-larutnya pembahasan anggaran akan membuat rating AS akan ter-downgrade sehingga berujung pada resesi.
Laju bursa saham Eropa sempat berada di zona negatif seiring sentimen dari belum adanya titik temu pembahasan anggaran AS namun, jelang penutupan berbalik menguat dengan sentimen kabar dari kubu Republik AS yang menguasai DPR akan menyetujui proposal untuk meningkatkan batas utang pemerintah AS.
Sempat dilanda kekhawatiran akan kegagalan belum tercapainya kesepakatan anggaran AS, jelang penutupan berita positif dari Senat AS yang menginginkan untuk mengakhiri shutdown ekonomi dan berencana untuk meningkatkan batas utang (debt ceiling) sebelum tenggat waktunya membuat laju bursa saham AS kembali menghijau.
Pengunduran waktu pagu utang mendorong pelaku pasar untuk ambil langkah aman dengan melakukan aksi ambil untung. Bila dilihat secara teknikal, pergerakan IHSG seolah didukung untuk kembali mencatatkan pelemahan.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.480-4.488 dan resistance 4.530-4.544," kata Reza, Kamis (17/10/2013).
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.533,03 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.484,38 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.492,26.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Laju IHSG sempat berada di kisaran target resisten kami (4.527-4.550), namun akhirnya berada di bawah kisaran target support kami (4.498-4.510)," kata Reza
Pelaku pasar memilih untuk mengamankan posisinya, sehingga mengakibatkan laju bursa saham Asia berada dalam laju negatifnya. Kemarin, pelaku pasar khawatir makin dengan semakin berlarut-larutnya pembahasan anggaran akan membuat rating AS akan ter-downgrade sehingga berujung pada resesi.
Laju bursa saham Eropa sempat berada di zona negatif seiring sentimen dari belum adanya titik temu pembahasan anggaran AS namun, jelang penutupan berbalik menguat dengan sentimen kabar dari kubu Republik AS yang menguasai DPR akan menyetujui proposal untuk meningkatkan batas utang pemerintah AS.
Sempat dilanda kekhawatiran akan kegagalan belum tercapainya kesepakatan anggaran AS, jelang penutupan berita positif dari Senat AS yang menginginkan untuk mengakhiri shutdown ekonomi dan berencana untuk meningkatkan batas utang (debt ceiling) sebelum tenggat waktunya membuat laju bursa saham AS kembali menghijau.
(rna)
Lihat Juga :