Indonesia berpotensi jadi pasar terbesar industri kecantikan

Jum'at, 18 Oktober 2013 - 11:56 WIB
Indonesia berpotensi...
Indonesia berpotensi jadi pasar terbesar industri kecantikan
A A A
Sindonews.com - Jumlah populasi hingga 245 juta jiwa membuat Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk produk-produk perawatan kecantikan.

Berdasarkan data dari lembaga riset pemasaran EuroMonitor International, nilai industri kosmetik Indonesia mencapai lebih dari USD5 miliar dengan pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 12 persen.

Industri kecantikan di Indonesia tidak terkena dampak krisis keuangan yang terjadi pada 2008. Indonesia diprediksikan menjadi negara dengan potensi pertumbuhan terbesar di industri kecantikan.

"Bahkan pada 2014, pertumbuhan industri kecantikan Indonesia diprediksi mencapai 20 persen, jadi industri kecantikan memiliki potensi yang terus berkembang," ujar Direktur Prakarsa Sinergi Utama, Juanita Soerakoesoemah selaku penyelenggara CosmoBeaute Indonesia dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10/2013).

Menurutnya, pemerintah mengklaim pertumbuhan industri kosmetik nasional sampai akhir tahun ini mencapai 15 persen. Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian, omzet industri kosmetik diprediksi naik mencapai Rp11,2 triliun atau tumbuh 15 persen dari 2012 yang sebesar Rp9,7 triliun.

Sementara, nilai ekspor juga melonjak tajam dari Rp3 triliun menjadi Rp9 triliun. Atas dasar itu, pihaknya menggelar ajang CosmoBeaute Indonesia pada 17 Oktober hingga 19 Oktober 2013. Pameran industri kecantikan Indonesia edisi ke-8 ini diadakan di Jakarta Convention Center (JCC).

"Ajang ini juga ditujukan untuk industri tata rambut dan tata rias di mana CosmoHair Indonesia 2013 akan kembali dengan edisi ketiganya di Plenary Hall JCC. CosmoBeaute Indonesia 2013 akan mengoptimalkan platform jaringan dan peluang bisnis pada segmen yang lebih khusus di industri kecantikan," paparnya.

Juanita menuturkan, meskipun tujuan utama dari CosmoBeaute Indonesia adalah mewadahi para pelaku bisnis agar dapat menemukan mitra bisnis baru dan mendapatkan informasi mengenai trend terbaru di industri kecantikan. Bukan transaksi saat acara berlangsung, namun penyelenggara Cosmobeaute Indonesia 2013 berani menargetkan transaksi on-the-spot senilai Rp15 miliar.

Pengunjung juga ditargetkan meningkat baik secara kualitas dan kuantitas hingga mencapai 18.000 orang. "Pameran CosmoBeaute Indonesia 2013 juga akan mengadakan pertemuan one-on-one bagi para produsen dan pembeli yang memungkinkan terjalinnya hubungan bisnis yang menguntungkan di bidang kosmetik, kecantikan dan spa," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian...
Kementerian Perindustrian Cari Perusahaan Pencetus Teknologi Terbaik di 2022
Rekomendasi 7 Sekolah...
Rekomendasi 7 Sekolah Kedinasan di Bawah Naungan Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved