Sentimen ini buat IHSG bertahan di zona hijau
Senin, 21 Oktober 2013 - 17:05 WIB
Sentimen ini buat IHSG bertahan di zona hijau
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini berhasil ditutup menguat didukung sejumlah sentimen positif di pasar.
"IHSG ditutup menguat didorong oleh sentiment positif antara lain dari PDB China kuartal III, yang lebih baik dari kuartal II, spekulasi pengurangan stimulus (tapering) akan mundur hingga Maret 2014," kata Analis Riset PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono, Senin (21/10/2013).
Selain itu, dia menambahkan, sentimen positif juga datang dari laporan keuangan Google, General Electric, Morgan Stanley yang lebih baik dari konsensus.
Sementara itu, dibukanya penututupan (shutdown) aktivitas layanan pemerintah AS yang terjadi selama 16 hari diperkirakan memangkas pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV/1013 sebesar 0,3 persen.
"Dengan perlambatan ini dan juga beberapa data ekonomi yang tertunda akibat shutdown diperkirakan membuat the Fed tidak akan menarik stimulus dalam waktu dekat," ujarnya.
Adapun, China mencatat pertumbuhan ekonomi Q3/2013 sebesar 7,8 persen atau sama dengan konsensus, namun lebih besar dari kuartal sebelumnya sebesar 7,5 persen. Pertumbuhan PDB itu mengakhiri perlambatan ekonomi China yang terjadi dalam dua kuartal terakhir.
Selain itu, data produksi industrial China September yang tumbuh sesuai ekspektasi sebesar 10,2 persen juga memberi imbas positif terhadap bursa regional, termasuk Indonesia.
"IHSG ditutup menguat didorong oleh sentiment positif antara lain dari PDB China kuartal III, yang lebih baik dari kuartal II, spekulasi pengurangan stimulus (tapering) akan mundur hingga Maret 2014," kata Analis Riset PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono, Senin (21/10/2013).
Selain itu, dia menambahkan, sentimen positif juga datang dari laporan keuangan Google, General Electric, Morgan Stanley yang lebih baik dari konsensus.
Sementara itu, dibukanya penututupan (shutdown) aktivitas layanan pemerintah AS yang terjadi selama 16 hari diperkirakan memangkas pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV/1013 sebesar 0,3 persen.
"Dengan perlambatan ini dan juga beberapa data ekonomi yang tertunda akibat shutdown diperkirakan membuat the Fed tidak akan menarik stimulus dalam waktu dekat," ujarnya.
Adapun, China mencatat pertumbuhan ekonomi Q3/2013 sebesar 7,8 persen atau sama dengan konsensus, namun lebih besar dari kuartal sebelumnya sebesar 7,5 persen. Pertumbuhan PDB itu mengakhiri perlambatan ekonomi China yang terjadi dalam dua kuartal terakhir.
Selain itu, data produksi industrial China September yang tumbuh sesuai ekspektasi sebesar 10,2 persen juga memberi imbas positif terhadap bursa regional, termasuk Indonesia.
(rna)
Lihat Juga :