Usaha mikro mampu tanggulangi kemiskinan

Kamis, 31 Oktober 2013 - 09:30 WIB
Usaha mikro mampu tanggulangi...
Usaha mikro mampu tanggulangi kemiskinan
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 51 juta unit usaha mikro di Indonesia dimiliki golongan rakyat miskin tetapi produktif. Bahkan, diperkirakan 200 juta rakyat dihidupi berbagai jenis usaha mikro.

Memberdayakan kelompok ini dinilai bisa membangun jutaan lapangan kerja, menguatkan partisipasi aktif rakyat dalam pembangunan, dan memastikan penguatan ekonomi sebagian terbesar rakyat.

Yayasan Aksi Sinergi Untuk Indonesia yang digagas para guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) membahas pengentasan kemiskinan dalam Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan 2013. Mereka mendorong adanya strategi berkelanjutan dengan bersinergi bersama multi pihak bagi pengembangan usaha mikro.

"Kami menitikberatkan perguruan tinggi sebagai pendorong sinergi masyarakat, perguruan tinggi dengan Tridharma-nya, sangat strategis berperan mendorong sinergi di masyarakat, bahkan membuka jejaring yang lebih luas, masalah kemiskinan harus jadi prioritas perguruan tinggi," ungkap Guru Besar FEUI, Subroto di Kampus UI, Depok, Rabu (30/10/2013) malam.

Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukan dari total entitas usaha di Indonesia, 92 persen atau 51 juta entitas usaha tergolong usaha mikro. Bila digabung menjadi usaha kecil maka menjadi 99 persen dari seluruh entitas usaha di Indonesia, sisanya usaha menengah dan besar.

Ketua Dewan Pengurus Sinergi Indonesia Bambang Ismawan mengatakan, usaha mikro membutuhkan ekosistem yang dapat memberi kemudahan mereka mendapatkan akses finansial, peningkatan kapasitas, akses pasar dan regulasi yang mendukung. Berbagai usaha mikro, kata Bambang, seperti pedagang kecil dan perajin memang cenderung jalan di tempat.

"Sulit berkembang antara lain karena sulit mengakses dukungan bagi peningkatan kapasitas, finansial, teknis, legal, dan pemasaran," jelasnya.

Padahal, lanjut Bambang, usaha mikro mampu menjadi inisiatif masyarakat yang mandiri dalam upaya menghidupi diri dan keluarga. Mereka dinilai tangguh, tahan banting, kreatif, mampu mengoptimalkan sedikit modal yang dimiliki.

"Bila ada sepuluh persen saja usaha mikro yang dapat menambah satu karyawan, itu artinya ada 5 juta tenaga kerja terserap. Tidak perlu menjadi TKI atau TKW," kata Bambang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved