IHSG diprediksi di kisaran 4.387-4.535
Senin, 11 November 2013 - 09:37 WIB
IHSG diprediksi di kisaran 4.387-4.535
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memproyeksikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini akan berada pada rentang support 4.387-4.455 dan resisten 4.515-4.535.
"Diharapkan pelemahan dapat terbatas, sehingga dapat berpeluang rebound. Cermati sektor manufaktur, infrastruktur, keuangan dan perkebunan," kata Reza, Senin (11/11/2013).
Bila menilik pergerakannya, IHSG kembali bertengger di zona hijau sepanjang sepekan kemarin. Pasca terjadinya aksi jual di pekan sebelumnya yang membuat IHSG terhempas ke jurang merah, IHSG pekan kemarin kembali ke landasan hijau meskipun terpotong hari libur Tahun Baru Hijriyah dan adanya pelemahan tipis di akhir pekan.
Berbagai sentimen dari dalam negeri, terutama masih melemahnya nilai tukar rupiah, asing yang masih doyan jualan, hingga rilis GDP dan sentimen dari luar diantaranya spekulasi tapering off stimulus The Fed masih mewarnai perjalanan IHSG di pekan kemarin.
Sepanjang pekan kemarin, asing semakin besar jualannya mencapai Rp1,15 triliun lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp732,37 miliar.
"Mengawali pekan kemarin di hari kejepit jelang libur Tahun Baru Hijriyah, tampaknya laju IHSG masih jauh dari harapan seiring laju bursa saham Asia yang lebih banyak bergerak di zona merah," papar Reza.
Selain imbas dari laju bursa saham Asia, pergerakan rupiah yang masih longsor di teritori negatif turut menahan laju IHSG.
Pasca libur Tahun baru Hijriyah, IHSG masih variatif dimana sempat berada di zona merah setelah merespon pelemahan nilai tukar rupiah dan variatifnya laju bursa saham Asia yang terimbas dari pelemahan bursa saham global, namun mulai adanya aksi beli terhadap sejumlah saham yang sebelumnya melemah membuat laju IHSG bisa sedikit naik.
"Pun adanya rilis GDP Indonesia yang secara QoQ turun tetapi, masih dalam estimasi tidak banyak membuat laju IHSG terus mendekam di zona merah," ujar Reza.
IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan tipis 44,13 poin (1 persen) atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang melemah 148,26 poin (3,24 persen).
Kenaikan ini ternyata diikuti indeks utama lainnya yang mayoritas menguat antara lain JII yang menguat 2,01 persen diikuti indeks ISSI dan IDX30 yang masing-masing naik 1,55 persen dan 1,46 persen.
Di sisi lain, laju indeks sektoral mayoritas juga bergerak menguat dimulai dari indeks perdagangan, perkebunan, aneka industri dan lainnya dengan penurunan masing-masing 3,19 persen, 2,99 persen dan 2,25 persen. Sementara penurunan hanya dialami indeks properti yang melemah 3,22 persen.
"Diharapkan pelemahan dapat terbatas, sehingga dapat berpeluang rebound. Cermati sektor manufaktur, infrastruktur, keuangan dan perkebunan," kata Reza, Senin (11/11/2013).
Bila menilik pergerakannya, IHSG kembali bertengger di zona hijau sepanjang sepekan kemarin. Pasca terjadinya aksi jual di pekan sebelumnya yang membuat IHSG terhempas ke jurang merah, IHSG pekan kemarin kembali ke landasan hijau meskipun terpotong hari libur Tahun Baru Hijriyah dan adanya pelemahan tipis di akhir pekan.
Berbagai sentimen dari dalam negeri, terutama masih melemahnya nilai tukar rupiah, asing yang masih doyan jualan, hingga rilis GDP dan sentimen dari luar diantaranya spekulasi tapering off stimulus The Fed masih mewarnai perjalanan IHSG di pekan kemarin.
Sepanjang pekan kemarin, asing semakin besar jualannya mencapai Rp1,15 triliun lebih besar dari pekan sebelumnya senilai Rp732,37 miliar.
"Mengawali pekan kemarin di hari kejepit jelang libur Tahun Baru Hijriyah, tampaknya laju IHSG masih jauh dari harapan seiring laju bursa saham Asia yang lebih banyak bergerak di zona merah," papar Reza.
Selain imbas dari laju bursa saham Asia, pergerakan rupiah yang masih longsor di teritori negatif turut menahan laju IHSG.
Pasca libur Tahun baru Hijriyah, IHSG masih variatif dimana sempat berada di zona merah setelah merespon pelemahan nilai tukar rupiah dan variatifnya laju bursa saham Asia yang terimbas dari pelemahan bursa saham global, namun mulai adanya aksi beli terhadap sejumlah saham yang sebelumnya melemah membuat laju IHSG bisa sedikit naik.
"Pun adanya rilis GDP Indonesia yang secara QoQ turun tetapi, masih dalam estimasi tidak banyak membuat laju IHSG terus mendekam di zona merah," ujar Reza.
IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan tipis 44,13 poin (1 persen) atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang melemah 148,26 poin (3,24 persen).
Kenaikan ini ternyata diikuti indeks utama lainnya yang mayoritas menguat antara lain JII yang menguat 2,01 persen diikuti indeks ISSI dan IDX30 yang masing-masing naik 1,55 persen dan 1,46 persen.
Di sisi lain, laju indeks sektoral mayoritas juga bergerak menguat dimulai dari indeks perdagangan, perkebunan, aneka industri dan lainnya dengan penurunan masing-masing 3,19 persen, 2,99 persen dan 2,25 persen. Sementara penurunan hanya dialami indeks properti yang melemah 3,22 persen.
(rna)
Lihat Juga :