Diwarnai aksi tunggu, IHSG diproyeksi terpuruk

Selasa, 12 November 2013 - 08:30 WIB
Diwarnai aksi tunggu,...
Diwarnai aksi tunggu, IHSG diproyeksi terpuruk
A A A
Sindonews.com - Terimbas aksi tunggu (wait and see) jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) diperkirakan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk di zona merah. Apalagi bila pengumuman BI rate direspon negatif, maka IHSG hari ini akan kembali terseok di zona merahnya.

"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.420-4.436 dan resistance 4.489-4.494. Aksi wait and see yang membuat IHSG di zona merah masih akan terjadi kecuali hasil RDG BI dapat direspon positif, sehingga pelemahan dapat berkurang," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (12/11/2013).

Menilik pergerakannya kemarin, IHSG kembali melemah di tengah variatif cenderung menguatnya laju bursa saham Asia dan di akhir pekan kemarin bursa saham AS ditutup positif.

Pelaku pasar bersikap wait and see jelang RDG BI untuk mengetahui bagaimana pandangan BI terhadap perekonomi Indonesia ke depannya dan apakah ada perubahan suku bunga acuan. Antisipasi pelaku pasar terhadap rilis BI rate telah membawa saham-saham perbankan melemah dan menyeret saham-saham di sektor industri dasar dan konsumer.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.485,06 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.433,21 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.441,72.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

"Laju IHSG yang sempat berada di bawah target support (4.440-4.460) dan sempat melampauinya, namun ditutup dekat dengan target support bawah menggagalkan potensi rebound yang sempat terbentuk," papar Reza.

Dari luar negeri, bursa saham Asia akhirnya berakhir variatif dengan kecenderungan menguat. Laju bursa saham China yang di awal sesi sempat negatif, berbalik menguat di akhir perdagangan.

Begitupun dengan laju bursa saham Jepang yang sedari awal sesi hingga penutupan mantab di zona hijau. Rilis data-data positif AS membuat USD-nya menguat dan berimbas pada pelemahan nilai tukar Yen sehingga Nikkei meresponnya positif.

Sementara rilis kenaikan nonfarm payrolls Amerika Serikat yang diikuti dengan stabilnya rilis personal income memberikan harapan bahwa pasar tenaga kerja dapat bertahan di tengah pengurangan stimulus The Fed.

Di sisi lain, rilis kenaikan tipis unemployment rate dan penurunan consumer spending belum banyak berimbas negatif pada bursa saham AS.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Potensi Kenaikan Jangka...
Potensi Kenaikan Jangka Pendek IHSG Masih Terbuka Lebar
Berita Terkini
Gugurkan Tren Penguatan,...
Gugurkan Tren Penguatan, IHSG Merosot 1,89% ke 5.873 Sore Ini
14 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tindak Awak Mobil Tangki yang Langgar Prosedur Keselamatan
45 menit yang lalu
SIG Catat Penjualan...
SIG Catat Penjualan Semen 15 Juta Ton hingga Mei 2026
55 menit yang lalu
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
1 jam yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
1 jam yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
1 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved