IMF: Jerman pangkas kepemilikan emas

Jum'at, 22 November 2013 - 15:50 WIB
IMF: Jerman pangkas...
IMF: Jerman pangkas kepemilikan emas
A A A
Sindonews.com - Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan pemegang cadangan emas terbesar kedua di dunia, Jerman mengurangi kepemilikan terhadap logam mulia pada Oktober, untuk kedua kalinya dalam lima bulan.

Kepemilikan emas oleh bank sentral dipantau dengan cermat sejak kelompok itu menjadi pembeli pada 2010, setelah dua dekade sebagai penjual bersih. Krisis ekonomi global 2008 memicu gelombang minat terhadap sektor resmi emas.

Dilansir dari Reuters, Jumat (22/11/2013), dalam situs resminya IMF mencatat Bank Sentral Jerman menjual 3.421 ton bulan lalu, dan sekarang memegang 3.387.247 ton emas.

Jerman adalah pemilik terbesar kedua aset emas setelah Amerika Serikat, yang memegang 8,133.748 ton emas setelah peningkatan kecil dari 0,033 ton pada Oktober. Perubahan dalam pembelian bank sentral dan pola penjualan cenderung mempengaruhi harga emas global.

Pada April, berita bahwa Siprus, yang memegang kurang dari 15 ton emas, sedang berupaya menjual cadangan emasnya untuk meringankan beban keuangan mengirim harga spot emas jatuh paling dalam 30 tahun.

Bank sentral menambahkan total 93,4 ton emas untuk cadangan mereka pada kuartal ketiga, yang berakhir pada September, membawa pembelian year-to-date hampir mencapai 300 ton (World Gold Council).

Peningkatan bulanan terbesar adalah oleh bank sentral Turki, meskipun itu sebagian besar karena memungkinkan bank-bank komersial untuk menahan sebagian cadangan emas mereka. Bullion kepemilikan Turki naik 12,99 ton menjadi 503,25 ton pada Oktober, sebagai peningkatan keempat berturut-turut.

Yunani, Luksemburg dan Kosta Rika adalah negara yang mempunyai peningkatan kepemilikan sedikit. Sementara Meksiko, Australia dan Uruguay memangkas jumlah kecil.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved