Kemenkeu: Banyak tantangan dalam pengelolaan APBN

Sabtu, 23 November 2013 - 14:13 WIB
Kemenkeu: Banyak tantangan...
Kemenkeu: Banyak tantangan dalam pengelolaan APBN
A A A
Sindonews.com - Direktur Jenderal Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Kementerian Keuangan, Purwiyanto mengemukakan, ada beberapa permasalahan dan tantangan dalam pengelolaan APBN.

Pertama, ruang fiskal (fiscal space) APBN masih terbatas. "Maksudnya komposisi belanja negara masih didominasi oleh belanja non diskresi yang bersifat wajib," ujarnya dalam Diskusi Kementerian Keuangan dengan FORKEM mengenai APBN 2014 di Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2013).

Purwiyanto menjelaskan, belanja non diskresi yang bersifat wajib adalah belanja pegawai, pembayaran utang, dan subsidi. Sementara dana belanja tidak wajib (diskresi), di antaranya belanja modal untuk infrastruktur dan bantuan sosial penanggulangan kemiskinan. Semua masih sangat terbatas, dan beban subsidi masih relatif besar

Permasalahan kedua, lanjut Purwiyanto, APBN semakin terbebani Mandatory Spending yang semakin membesar seperti dalam UUD 1945, yaitu anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN/APBD, UUD No 33/2004 yaitu dana perimbangan sekitar 27-30 persen terhadap belanja negara, dan UU Otonomi khusus Aceh dan Papua masing- masing dua persen dari DAU Nasional

Penyerapan anggaran belanja negara masih belum optimal juga menjadi poin selanjutnya dalam pengelolaan APBN. "Daya serap anggaran belanja K/L (kementerian/lembaga) hanya sekitar 90 persen dari pagunya," ungkapnya.

Hal itu, lanjut Purwiyanto, disebabkan perencanaan yang kurang baik, beberapa kegiatan belum mendapatkan persetujuan dari komisi tekait di DPR, keterlambtan dalam penetapan KPA dan kegiatan masalah pengadaan.

"Yang terakhir adalah proses penganggaran belum didasarkan pada suatu hasil monitoring dan evaluasi yang masak dari pelaksanaan kegiatan dan anggaran tahun-tahun sebelumnya," terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
20 menit yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
57 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
1 jam yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
1 jam yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
1 jam yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
1 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved