Sektor properti tahun depan tetap tumbuh

Kamis, 26 Desember 2013 - 16:25 WIB
Sektor properti tahun...
Sektor properti tahun depan tetap tumbuh
A A A
Sindonews.com - Sepanjang tahun 2014, sektor properti diperkirakan masih akan bergerak positif, meskipun lajunya dimungkinkan tidak seagresif pada tiga tahun terakhir. Pemberlakuan Loan to Value (LTV) terkait kredit perumahan dipandang sebagai salah satu pemicu perlambatan tersebut.

Meski begitu, Head of Research Asia Financial Network (AFN) Rowena Suryobroto mengatakan, pelaku pasar tidak perlu khawatir akan terjadinya gelembung (bubble) sektor properti di Tanah Air seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

"Indeks (sektor properti) sudah hampir 70 persen, bahkan sempat 178,3 persen di pertengahan 2013. Walaupun demikian, bubble properti bukanlah hal yang perlu dikuatirkan sebagaimana diajukan banyak orang," kata Rowena.

Rowena menyebutkan, lantaran sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait sektor ini akan menyebabkan pertumbuhan sektor properti tidak akan secepat lajunya pada tahun-tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan properti di 2014 diekspektasikan tidak akan mencolok sebagaimana tiga tahun ke belakang," ujar dia.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah merampungkan perluasan aturan rasio pinjaman terhadap aset (LTV) kredit properti untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) pada Oktober.

Dalam aturan tersebut, BI menurunkan jumlah kredit yang boleh diberikan bank untuk pembelian rumah dan apartemen menjadi 50-60 persen. Hal ini merujuk pandangan bahwa uang muka minimal 30 persen dianggap sudah tak dapat membendung membludaknya kenaikan permintaan dan harga rumah, terutama tipe 20-70 meter persegi (m2) dan di atas 70 m2.

Mulai Oktober 2014, Bank Sentral mewajibkan aturan LTV ini berlaku serempak oleh semua perbankan di Tanah Air terhadap KPR rumah kedua dan apartemen. Namun, tidak termasuk rumah toko (ruko).

LTV untuk rumah kedua untuk tipe di atas 70 m2 ditetapkan menjadi 60 persen. Lalu, untuk rumah ketiga dengan tipe di atas 70 m2 menjadi 50 persen.

BI memperkirakan, aturan ini dapat mempengaruhi 53,8 persen dari total KPR. Berdasarkan data BI per Juli 2013, kredit untuk rumah tinggal mencapai Rp254,796 triliun, kemudian kredit untuk flat dan apartemen mencapai Rp11,070 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved