IMES usulkan tiga isi PP untuk UU Minerba

Selasa, 31 Desember 2013 - 10:19 WIB
IMES usulkan tiga isi...
IMES usulkan tiga isi PP untuk UU Minerba
A A A
Sindonews.com - Lembaga Kajian Strategis Pertambangan dan Energi Indonesia atau Indonesia Mineral and Energy Studies (IMES) mengusulkan substansi dari isi PP untuk UU Minerba, setidaknya mengatur hal-hal strategis menyangkut tiga hal.

Direktur Eksekutif IMES, Erwin Usman mengatakan, pertama adalah penegasan terkait ketentuan bagi pemegang Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk segera menjalankan program renegosiasi sebagaimana diatur dalam UU Minerba.

"Khususnya terkait perubahan kontrak menjadi izin usaha pertambangan, luasan lahan (maksimal 25.000 ha), royalti, pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri, penggunaan barang dan jasa dalam negeri, serta divestasi saham," kata dia dalam rilisnya, Selasa (31/12/2013).

Menurutnya, klausal ini mesti tegas. Karena seharusnya proses renegosiasi ini sudah selesai pada 2010, atau satu tahun sejak UU Minerba diberlakukan.

"Faktanya, hingga kini publik tidak mendapatkan keterangan terkait perkembangannya. Hatta Rajasa (Menko Perekonomian) sebagai Koordinator Tim Evaluasi mesti bertanggung jawab untuk ini," ujarnya.

Kedua, bagi para perusahaan tambang skala besar pemegang KK dan PKP2B, agenda hilirisasi dan pelarangan ekspor mineral wajib diterapkan. Karena produksi tambang mereka sudah lama hingga puluhan tahun. Keuntungan yang diperoleh sangat besar sekali, jika dibandingkan biaya untuk pembangunan smelter.

Ketiga, kata dia, PP tersebut mesti memberi kesempatan pada pengusaha pertambangan nasional pemegang IUP yang baru tumbuh 3-6 tahun terakhir. Mereka telah berkomitmen tentang agenda hilirisasi dan membangun smelter untuk tetap mengekspor, dengan sejumlah syarat tertentu.

Diantaranya, lanjut Erwin, dengan kuota ekspor dibatasi dan diawasi ketat, kadar persentase produk konsentrat mineral yang boleh di ekspor, serta diberi tempo, misalnya dua tahun ekspor. Mereka menyelesaikan proses pembangunan smelter.

"Namun, di saat yang sama, pemerintah wajib membantu menyediakan infrastruktur pendukung smelter, terutama ketersediaan listrik," tegasnya.

Dia menjelaskan, hal tersebut agar usaha kecil dan menengah di sektor pertambangan, yang modalnya tidak sebesar, perusahaan tambang asing pemegang Kontrak Karya dan PKP2B, dapat tetap tumbuh dan memiliki daya saing ekonomi.

Selain untuk menghindari terjadinya PHK yang meluas, proses ini mesti diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah. Pihaknya meminta bagi perusahaan yang melanggar bisa segera dikenai penalti serta sanksi tegas, sampai IUP-nya dicabut.

"Apalagi pembangunan dan produksi sebuah smelter tentu akan menimbulkan dampak bagi lingkungan hidup (pencemaran B3) dan masalah tata ruang," pungkas Erwin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Teatrikal Tolak...
Aksi Teatrikal Tolak Revisi UU Minerba
UU Minerba, Antara Kritik...
UU Minerba, Antara Kritik Pengamat dan Pembelaan DPR
Taipan Batubara Disebut...
Taipan Batubara Disebut Muluskan Jalan Pengesahan UU Minerba
UU Minerba Akan Digugat...
UU Minerba Akan Digugat ke MK, Berikut Poin-poin Pasal Bermasalah
DPR Sahkan RUU Minerba...
DPR Sahkan RUU Minerba Jadi UU, Firnando: Kado Buat Rakyat
Dua Pasal Revisi UU...
Dua Pasal Revisi UU Minerba Jadi Sorotan Pengusaha
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved