Jelang pertemuan The Fed, Wall Street memerah

Selasa, 28 Januari 2014 - 08:48 WIB
Jelang pertemuan The...
Jelang pertemuan The Fed, Wall Street memerah
A A A
Sindonews.com - Wall Street berakhir terkoreksi pada perdagangan Senin waktu setempat. Indeks S&P 500 kembali jatuh untuk ketiga kalinya berturut-turut dipicu kekhawatiran rencana The Fed yang akan menarik stimulus.

Koreksi terjadi di akhir sesi perdagangan setelah indeks S&P 500 sempat diperdagangan di teritori positif. Kejatuhan indeks S&P didorong aksi jual yang tinggi pada akhir pekan lalu karena kekhawatiran terhadap negara berkembang. Indeks S&P mengalami koreksi terburuk sejak Juni 2012.

Kendati demikian, saham Caterpillar Inc (CAT.N) membatasi koreksi di indeks Dow Jones dan S&P 500. Saham produsen peralatan pertambangan dan konstruksi ini melonjak 5,9 persen menjadi USD91,29 setelah melaporkan laba kuartalan di atas perkiraan.

Sementara itu, sektor teknologi memimpin penurunan. Sektor teknologi di indeks S&P 500 melemah 1 persen. Tercatat saham Google (GOOG.O) turun 2 persen menjadi USD1.101,23 dan Microsoft (MSFT.O) susut 2,1 persen ke USD36,03.

Saham Apple (AAPL.O) anjlok 5,7 persen menjadi USD519,38 dipicu hasil penjualan iPhone setelah liburan yang di bawah ekspektasi.

"Masih banyak kekhawatiran di pasar. The Fed akan melakukan pertemuan pekan ini dan mereka akan melanjutkan pemangkasan stimulus," kata Senior Vice President BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir Reuters, Selasa (28/1/2014).

Pertemuan dua hari The Fed dimulai pada Selasa pekan ini. Sejumlah pelaku pasar merekomendasikan untuk menjual saham jika the Fed memutuskan untuk tetap menarik stimulus. Pada Desember 2013, bank sentral Amerika Serikat itu mengumumkan rencana untuk memulai pemangkasan stimulus secara bertahap mulai bulan ini.

Semalam, indeks Dow Jones turun 41,23 poin atau 0,26 persen menjadi 15.837,88. Penurunan ini merupakan koreksi kelimanya secara berturut-turut. Sementara indeks S&P 500 turun 8,73 poin atau 0,49 persen menjadi 1.781,56. Sedangkan Nasdaq tergerus 44,56 poin atau 1,08 persen menjadi 4,083.61.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
34 menit yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
50 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
59 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
1 jam yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
2 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
2 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved