Ini empat prioritas utama APP di industri kertas

Kamis, 13 Februari 2014 - 18:33 WIB
Ini empat prioritas...
Ini empat prioritas utama APP di industri kertas
A A A
Sindonews.com - Asia Pulp & Paper (APP) salah satu anak usaha Sinar Mas Group telah menetapkan empat prioritas utama yang harus diselesaikan di 2014 oleh kalangan industri kertas terkait dengan kebijakan konservasi hutan.

Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement APP, Aida Greenbury mengatakan, empat prioritas utama tersebut untuk menghilangkan deforestasi, yaitu perizinan tumpang tindih, konflik masyarakat dan konflik lahan, manajemen lanskap dan pengakuan pasar.

"Kami menyusun rencana pengelolaan ini untuk memastikan kelangsungan dari 2,6 juta hektar lahan yang merupakan tanggung jawab para pemasok kami. Namun, apabila wilayah hutan Indonesia lainnya tidak dikelola secara bertanggung jawab, lanskap hutan Indonesia akan terus beresiko terdegradasi," kata dia dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Kamis (13/2/2014).

APP meluncurkan laporan kemajuan satu tahun pelaksanaan Kebijakan Konservasi Hutan (Forest Conservation Policy/FCP) dengan mengajak LSM, pemerintah dan sektor bisnis untuk bekerjasama mengatasi isu deforestasi di Indonesia.

APP juga telah mengumumkan penghentian pembukaan hutan alam secara permanen di seluruh rantai pasokannya melalui peluncuran kebijakan FCP. FCP yang meliputi area konsesi seluas 2,6 juta hektar, merupakan terobosan penting dalam usaha melindungi hutan alam.

Dengan hampir selesainya penilaian HCV dan HCS di lapangan, APP telah mulai mengolah hasil temuan yang ada ke dalam Rencana Pengelolaan Hutan Lestari yang Terintegrasi (Integrated Sustainable Forest Management Plans/ISFMPs). ISFMP ini akan mengatur tata cara pengelolaan dan pemeliharaan daerah konsesi kedepannya.

Namun, keberhasilan jangka panjang dari rencana pengelolaan ini juga memerlukan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan kehutanan Indonesia.

"Pada tahun 2014, kami akan menyelesaikan penilaian terintegrasi terhadap keaneka ragaman hayati dan konservasi, yang terbesar yang pernah dilakukan. Dari penilaian ini, kami menemukan bahwa ada banyak kesempatan dan tantangan yang tidak dapat diwujudkan atau diselesaikan oleh satu perusahaan saja," tandasnya.

Hal ini juga diungkapkan, Forest Trust, sebuah organisasi nirlaba yang membantu APP untuk memastikan bahwa kebijakan konservasi hutannya membawa perubahan yang nyata di lapangan.

"Satu tahun telah berlalu dan kami mempunyai moratoria pembukaan hutan alam di seluruh area pemasok APP yang telah terbukti efektif. Penilaian hutan dengan HCV dan HCS sedang dalam tahap penyelesaian, sejumlah permasalahan konflik sosial telah diselesaikan, dan ada transparansi yang nyata dalam bentuk pelaporan kemajuan dalam pelaksanaan kebijakan FCP di lapangan," kata Direktur Eksekutif The Forest Trust, Scott Poynton.

Untuk menandai satu tahun pelaksanaan FCP, hari ini APP mengadakan acara di Jakarta dimana penerapan FCP selama satu tahun pertama dan isu lainnya dapat dibahas bersama dengan para panelis dari APP, TFT, Greenpeace, Ekologika dan LSM laiin yang berpartisipasi. Panel diskusi ini akan dimoderatori oleh Rhett Butler dari Mongabay.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Pulp dan Kertas...
Industri Pulp dan Kertas Dikembangkan dengan Prinsip Green Consumerism
Pelaku Industri Pulp...
Pelaku Industri Pulp dan Kertas Siap Hadapi Ketidakpastian Global
Solusi Digital Pacu...
Solusi Digital Pacu Kinerja Industri Pulp dan Kertas Lebih Optimal
Dukung Program Kampus...
Dukung Program Kampus Merdeka, Mahasiswa Magang di Industri Pulp dan Kertas
Dukung Pertumbuhan Ekonomi,...
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Kontribusi Ekspor Industri Pulp dan Kertas Capai USD8,28 Miliar
APKI Tunjuk Suhendra...
APKI Tunjuk Suhendra Wiriadinata Pimpin Asosiasi hingga Akhir 2026
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved