Pasar obligasi pekan depan diprediksi variatif

Sabtu, 22 Februari 2014 - 17:28 WIB
Pasar obligasi pekan...
Pasar obligasi pekan depan diprediksi variatif
A A A
Sindonews.com - Laju pasar obligasi pada pekan depan diprediksi masih berupaya menguat, namun sejumlah sentimen negatif akan menyebabkan lajunya menjadi variatif.

"Mulai adanya sentimen negatif terutama dari laju rupiah yang akan melemah karena terimbas kabar pernyataan beberapa pejabat The Fed yang menginginkan adanya percepatan penarikan stimulus dan suku bunga Fed Rate akan membuat laju pasar obligasi variatif," kata
Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (CSA) Reza Priyambada, Sabtu (22/2/2014).

Menurut dia, sentimen yang ada di pasar tersebut kemungkinan akan dimanfaatkan sebagian pelaku pasar obligasi untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking), dengan memanfaatkan laju kenaikan pasar obligasi yang terjadi selama sepekan terakhir.

Di sisi lain, dia menambahkan, jelang akhir bulan biasanya akan ada penilaian mengenai inflasi yang akan mempengaruhi pasar obligasi. Namun, masih rendahnya harga obligasi dibanding tahun-tahun sebelumnya kemungkinan akan dimanfaatkan untuk koleksi secara bertahap.

Karena itu, dia mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai potensi pelemahan, terutama pada tenor jangka panjang. "Semoga data-data yang dirilis nantinya tidak semakin menambah keinginan untuk profit taking," kata dia.

Sementara laju penguatan pasar obligasi pada pekan ini seiring dengan sentimen positif dari dalam negeri, seperti surplus neraca pembayaran Indoensia kuartal IV/2013 dan terapresiasinya rupiah.

Namun, rilis lelang SUN yang rendah membuat pasar obligasi sempat variatif. Pada pasar sekunder terlihat mayoritas mengalami penurunan yield kecuali untuk tenor 4 tahun yang sedikit mengalami kenaikan.

Pada seri benchmark juga terlihat penurunan yield dan harga obligasinya pun dapat kembali ke harga parnya (premi). Selain terimbas data-data makro ekonomi Indonesia yang dinilai membaik, penggunaan acuan kurs rupiah menjadi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) oleh pasar keuangan Singapura menggantikan Non Deliverable Forward (NDF) turut berimbas positif karena dinilai membuat investor asing lebih yakin terhadap pergerakan rupiah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
BUMA Lunasi Sisa Obligasi...
BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta
Berita Terkini
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
19 menit yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
8 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
9 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
10 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved