Serapan belanja pemerintah lambat karena regulasi

Senin, 24 Februari 2014 - 11:54 WIB
Serapan belanja pemerintah...
Serapan belanja pemerintah lambat karena regulasi
A A A
Sindonews.com - Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto mencatatkan bahwa realisasi serapan dana belanja pemerintah pusat, yang terdiri dari Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah masih tidak jauh berbeda.

Menurut dia, hal ini biasa terjadi lantaran K/L sering kali menerapkan pola belanja yang masih tertumpuk untuk dihabiskan pada kuartal terakhir setiap tahunnya. Akibat hal tersebut, dia menilai, perbaikan dalam dua tahun terakhir yang sedianya dapat dicapai bila penyerapan anggarannya masimal, justru masih sangat minim.

"Realisasi belanja selalu tiba-tiba melonjak dalam 3 bulan terakhir. Kalau melihat pola, K/L itu masih mendadak naik di akhir tahun. Ada perubahan, tapi tidak terlalu baik," papar dia dalam pidatonya pada acara "Kick Off Meeting Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA)" di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (24/2/2014).

Walaupun demikian, dia menuturkan, untuk mengubah pola tersebut akan sangat sulit lantaran hal itu sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Kondisi tersebut tercermin dari realisasi belanja pemerintah daerah, yang menurut dia, bahkan tidak jelas pola serta arah pembangunannya.

"Kalau K/L itu sudah ada perbaikan. Tapi kalau provinsi itu polanya nggak kelihatan, ya susah," kata dia.

Lebih lanjut dia memaparkan, terbentuknya pola yang dianggap sudah mendarah daging ini terutama disebabkan oleh regulasi yang diterbitkan oleh regulator anggaran, yaitu Kementerian Keuangan yang dianggap masih banyak celah di sana-sini.

Celah yang dimaksud, dia mengatakan, seperti adanya keterlambatan pada petunjuk teknis (juknis) dari penggunaan anggaran yang ditetapkan. "Tidak semua kesalahan di pelaku. Bisa juga pada pimpinan," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara di Sulsel Hingga Juli 2022 Tembus Rp26 Triliun
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Belanja Pemerintah Seret...
Belanja Pemerintah Seret Bikin Ekonomi RI Kontraksi, Pengamat Ungkap Masalahnya
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Belanja Negara Kuartal...
Belanja Negara Kuartal I-2020 Tembus Rp452,4 Triliun
Halo Pak Jokowi, Realisasi...
Halo Pak Jokowi, Realisasi Belanja Pemerintah Masih Lelet Lho
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
20 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
49 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved