Jero akui larangan ekspor mineral bikin devisa turun
Jum'at, 07 Maret 2014 - 14:11 WIB
Jero akui larangan ekspor mineral bikin devisa turun
A
A
A
Sindonews.com - Meski Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan volume ekspor pada Januari 2014, karena diberlakukannya pembatasan ekspor mineral mentah, namun pemerintah tetap optimis mulai 2015 keuntungan dari sektor pertambangan akan makin besar.
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Jero Wacik menyatakan, keyakinan ini didasari oleh pandangan bahwa ekspor tambang yang dilakukan tidak lagi mentah. Namun telah memiliki nilai keekonomian yang lebih tinggi.
Artinya, kata dia, meski volumenya tidak besar, namun bila dilihat secara nilai akan lebih besar. Pada akhirnya akan menyebabkan devisa ekspor juga semakin besar.
"Memang benar larangan ekspor mineral menyebabkan turunnya devisa. Tahun ini diperkirakan penurunan devisa mencapai USD4 miliar," ungkap Jero di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Berpegang pada keyakinan tersebut, pihaknya mengaku akan tetap berkomitmen menjalankan aturan pembatasan ekspor mineral tersebut, meski banyak pihak yang menentang aturan tersebut.
"Banyak yang marahi saya, tapi inikan untuk masa depan kita semua. Satu tahun ini memang akan terasa berat, kita juga melarang mereka menambang, silakan tapi nggak boleh ekspor. Banyak juga penambang di Sulawesi protes, Pak smelternya jauh di Kalimantan, lah saya bilang ke dia jauh mana kamu bawa ke China dan Korea daripada kirim ke Kalimantan," tutur Jero.
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Jero Wacik menyatakan, keyakinan ini didasari oleh pandangan bahwa ekspor tambang yang dilakukan tidak lagi mentah. Namun telah memiliki nilai keekonomian yang lebih tinggi.
Artinya, kata dia, meski volumenya tidak besar, namun bila dilihat secara nilai akan lebih besar. Pada akhirnya akan menyebabkan devisa ekspor juga semakin besar.
"Memang benar larangan ekspor mineral menyebabkan turunnya devisa. Tahun ini diperkirakan penurunan devisa mencapai USD4 miliar," ungkap Jero di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Berpegang pada keyakinan tersebut, pihaknya mengaku akan tetap berkomitmen menjalankan aturan pembatasan ekspor mineral tersebut, meski banyak pihak yang menentang aturan tersebut.
"Banyak yang marahi saya, tapi inikan untuk masa depan kita semua. Satu tahun ini memang akan terasa berat, kita juga melarang mereka menambang, silakan tapi nggak boleh ekspor. Banyak juga penambang di Sulawesi protes, Pak smelternya jauh di Kalimantan, lah saya bilang ke dia jauh mana kamu bawa ke China dan Korea daripada kirim ke Kalimantan," tutur Jero.
(izz)
Lihat Juga :