Kementerian ESDM: Gunung Ciremai dilelang, bukan dijual

Minggu, 09 Maret 2014 - 14:44 WIB
Kementerian ESDM: Gunung...
Kementerian ESDM: Gunung Ciremai dilelang, bukan dijual
A A A
Sindonews.com - Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ridha Mulyana mengatakan bahwa Gunung Ciremai tidak pernah dijual ke pihak swasta.

Menurut dia, perusahaan asal Amerika Serikat telah memenangi lelang tender wilayah kerja panas bumi tahap pertama di Gunung Ciremai.

“Gunung Ciremai tidak pernah dijual, proses lelang dilakukan sesuai prosedur,” kata dia, Minggu (9/3/2014).

Hingga kini, Ridha menjelaskan, Chevron masih menunggu izin usaha pertambangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Saat ini, izin tersebut masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sampai saat ini masih menunggu keputusan dari pemprov Jawa Barat,” kata dia.

Dia juga menjelaskan, tahapan yang harus dilalui untuk melakukan eksplorasi wilayah kerja panas bumi melalui beberapa tahap, antara lain memperhitungkan potensi kapasitas dengan survei pendahuluan. Setelah dilakukan survei baru dilakukan eksplorasi dengan waktu sekitar 2-3 tahun.

“Setelah itu baru studi elayakan lalu eksploitasi dan pemanfaatan energi panas bumi,” jelas dia.

Pembangkit listrik ini, dia menambahkan, merupakan program percepatan pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) tahap II sesuai Peraturan Menteri ESDM No.21 Tahun 2013. “Targetnya beroprasi 2020,” kata dia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, total cadangan terduga wilayah kerja Gunung Ciremai mencapai 150 MW.

Saat ini, potensi panas bumi Jawa Barat sebesar 6.101 me atau 21 persen dari potensi panas bumi nasional sebesar 29.000 mw.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan 14 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas sebesar 1.080 mw kepada investor hingga 2014. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan seluruh wilayah kerja tersebut mencapai USD3,024 miliar.

Saat ini, ada empat PLTP berkapasitas 1.150 megawatt di Jawa Barat, antara lain Kamojang 200 MW, Gunung Salak 375 MW, Darajat 259 MW, dan Wayang Windu 227 MW.

Chevron saat ini mengoperasikan PLTP Gunung Salak di Bogor dengan kapasitas 377 MW dan PLTP Darajat di Garut yang memiliki kapasitas terpasang 259 MW.

Selain Chevron, perusahaan lain yang memiliki WKP panas bumi di Jawa Barat adalah PT Wika Jabar Power, anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), badan usaha milik negara di sektor konstruksi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gencar Inovasi Panas...
Gencar Inovasi Panas Bumi, PGE Diganjar Penghargaan oleh Kementerian ESDM
Terbesar Kedua di Dunia,...
Terbesar Kedua di Dunia, Indonesia Punya Potensi Panas Bumi 24.000 Mega Watt
Ngeri! 5 Warga Tewas...
Ngeri! 5 Warga Tewas Hirup Gas Beracun PLTP Sorik Marapi
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
IIGCE 2023 Dorong Optimalisasi...
IIGCE 2023 Dorong Optimalisasi Pengembangan Panas Bumi
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
37 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
1 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
2 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
2 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
11 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Infografis
Arkeolog Pecahkan Misteri...
Arkeolog Pecahkan Misteri Kutukan Firaun, Ternyata Bukan Sihir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved