Petronas produksi migas dari Kepodang kuartal IV
Rabu, 12 Maret 2014 - 11:27 WIB
Petronas produksi migas dari Kepodang kuartal IV
A
A
A
Sindonews.com - Dua lapangan minyak dan gas bumi (migas) milik pemerintah Indonesia yang dikelola Petronas Carigali Ltd ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV tahun ini.
Kedua proyek tersebut adalah lapangan Kepodang, Blok Muriah dengan kapasitas produksi 116 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang 2 dengan kapasitas produksi 20 ribu barel minyak per hari dan 70 juta kaki kubik gas bumi per hari.
“Selain aspek teknis, kami juga menyiapkan tenaga kerja yang kompeten agar proyek tersebut dengan baik,” terang Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Lambok H. Hutauruk di Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Dia menjelaskan, SKK Migas berkomitmen meningkatkan pemberdayaan kapabilitas dan kapasitas tenaga kerja Indonesia di industri hulu migas. Pasalnya, sektor ini tengah menghadapi kelangkaan tenaga kerja nasional, khususnya dalam bidang petrotechnical.
Salah satu yang dilakukan dengan program pengembangan pekerja lintas KKKS. Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, Petronas Carigali menempatkan pekerja yang bertugas sebagai operator produksi di Santos dan Kangean Energi Indonesia.
Sebanyak 20 pekerja Petronas magang selama enam bulan, mulai September 2013 di kedua kontraktor tersebut. “Hasilnya, menunjukkan adanya peningkatan kompetensi dasar dalam hal sikap kerja, keterampilan teknik serta hal terkait dengan keselamatan kerja pada semua peserta,“ kata Lambok.
Dengan contoh kasus ini, SKK Migas berharap KKKS lainnya, terutama yang telah mendapat persetujuan rencana pengembangan lapangan (POD) melakukan upaya-upaya sejenis dalam mengembangkan tenaga kerjanya.
Di sisi lain, kontraktor yang sudah berproduksi hendaknya membuka pintu lebar-lebar untuk membantu kontraktor lain memberikan tempat belajar bagi tenaga kerja Indonesia.
“Ingat, bisnis hulu migas adalah proyek negara, kontraktor migas tidak boleh terkotak-kotak,” kata dia.
Kedua proyek tersebut adalah lapangan Kepodang, Blok Muriah dengan kapasitas produksi 116 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang 2 dengan kapasitas produksi 20 ribu barel minyak per hari dan 70 juta kaki kubik gas bumi per hari.
“Selain aspek teknis, kami juga menyiapkan tenaga kerja yang kompeten agar proyek tersebut dengan baik,” terang Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Lambok H. Hutauruk di Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (12/3/2014).
Dia menjelaskan, SKK Migas berkomitmen meningkatkan pemberdayaan kapabilitas dan kapasitas tenaga kerja Indonesia di industri hulu migas. Pasalnya, sektor ini tengah menghadapi kelangkaan tenaga kerja nasional, khususnya dalam bidang petrotechnical.
Salah satu yang dilakukan dengan program pengembangan pekerja lintas KKKS. Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, Petronas Carigali menempatkan pekerja yang bertugas sebagai operator produksi di Santos dan Kangean Energi Indonesia.
Sebanyak 20 pekerja Petronas magang selama enam bulan, mulai September 2013 di kedua kontraktor tersebut. “Hasilnya, menunjukkan adanya peningkatan kompetensi dasar dalam hal sikap kerja, keterampilan teknik serta hal terkait dengan keselamatan kerja pada semua peserta,“ kata Lambok.
Dengan contoh kasus ini, SKK Migas berharap KKKS lainnya, terutama yang telah mendapat persetujuan rencana pengembangan lapangan (POD) melakukan upaya-upaya sejenis dalam mengembangkan tenaga kerjanya.
Di sisi lain, kontraktor yang sudah berproduksi hendaknya membuka pintu lebar-lebar untuk membantu kontraktor lain memberikan tempat belajar bagi tenaga kerja Indonesia.
“Ingat, bisnis hulu migas adalah proyek negara, kontraktor migas tidak boleh terkotak-kotak,” kata dia.
(rna)
Lihat Juga :