Garuda tawarkan harga rights issue Rp460/saham
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:33 WIB
Garuda tawarkan harga rights issue Rp460/saham
A
A
A
Sindonews.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menerbitkan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUT) I sebanyak-banyak 3,23 miliar lembar saham.
Dalam keterangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (21/3/2014) dijelaskan bahwa perusahaan penerbangan pelat merah tersebut mematok harga pelaksanaan rights issue Rp460 per lembar, sehingga hasil PUT I sebesar Rp1,5 triliun.
Dalam aksi korporasi ini, pemerintah tidak akan menyerap seluruh rights issue perseroan yang menjadi haknya sebanyak 2,23 miliar lembar.
Jika rights issue tersebut tidak seluruhnya diserap pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lain yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Namun, jika setelah alokasi masih terdapat sisa saham, maka seluruh saham baru yang tersisa tidak akan dikeluarkan dari protepel saham perseroan.
Sementara berdasarkan Perjanjian Pembeliaan tanggal 6 Maret 2014 dan Adendum Perjanjian Pembelian tanggal 19 Maret 2014 antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan penjamin pelaksana emisi, yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bahwa rights issue sebesar 2,23 miliar akan dijual kepada ketiga agen penjualnya itu masing-masing 743,89 miliar lembar saham.
Adapun penggunaan dana hasil rights issue terdiri dari dua skema. Skema pertama, sesuai dengan perjanjian pembelian pada 6 Maret 2014 yang telah diubah 19 Maret 2014, maka pemerintah akan menjual HMETD sebesar 69,14 persen dari seluruh HMETD yang diterbitkan pada PUT I kepada agen penjualnya.
Apabila HMETD tersebut hanya dilaksanakan oleh tiga sekuritas pelat merah itu, sedangkan pemegang saham lainnya tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya, maka seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT I digunakan untuk pengembangan armada baru yang direncanakan pesawat jenis Boeing 737, B777, Airbus 330 dan A320.
Selain itu, digunakan untuk pembayaran Pre-Delivery Payment pesawat yang dibeli, security deposit pesawat yang disewa, final payment pembelian pesawat baru maupun belanja modal yang digunakan untuk pengembangan armada, seperti spare part dan komponen pesawat, serta persediaan mesin pesawat. Final payment pembelian dilakukan dengan pendanaan, termasuk care sale and lease back.
Skema kedua, selain pelaksanaan HMETD tersebut terdapat pemegang saham lain yang melaksanakan HMETD dan melakukan pemesanan saham tambahan hingga 100 persen, maka seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT I akan digunakan sesuai dengan skema pertama.
Berdasarkan prospektus perseroan, pernyataan pendaftaran penawaran HMETD menjadi efektif pada 21 Maret. Untuk meminta restu pemegang saham terkait aksi korporasi ini, perseroan akan menggelar RUPSLB pada 24 Maret 2014.
Dalam keterangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (21/3/2014) dijelaskan bahwa perusahaan penerbangan pelat merah tersebut mematok harga pelaksanaan rights issue Rp460 per lembar, sehingga hasil PUT I sebesar Rp1,5 triliun.
Dalam aksi korporasi ini, pemerintah tidak akan menyerap seluruh rights issue perseroan yang menjadi haknya sebanyak 2,23 miliar lembar.
Jika rights issue tersebut tidak seluruhnya diserap pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lain yang melakukan pemesanan lebih dari haknya. Namun, jika setelah alokasi masih terdapat sisa saham, maka seluruh saham baru yang tersisa tidak akan dikeluarkan dari protepel saham perseroan.
Sementara berdasarkan Perjanjian Pembeliaan tanggal 6 Maret 2014 dan Adendum Perjanjian Pembelian tanggal 19 Maret 2014 antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan penjamin pelaksana emisi, yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bahwa rights issue sebesar 2,23 miliar akan dijual kepada ketiga agen penjualnya itu masing-masing 743,89 miliar lembar saham.
Adapun penggunaan dana hasil rights issue terdiri dari dua skema. Skema pertama, sesuai dengan perjanjian pembelian pada 6 Maret 2014 yang telah diubah 19 Maret 2014, maka pemerintah akan menjual HMETD sebesar 69,14 persen dari seluruh HMETD yang diterbitkan pada PUT I kepada agen penjualnya.
Apabila HMETD tersebut hanya dilaksanakan oleh tiga sekuritas pelat merah itu, sedangkan pemegang saham lainnya tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya, maka seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT I digunakan untuk pengembangan armada baru yang direncanakan pesawat jenis Boeing 737, B777, Airbus 330 dan A320.
Selain itu, digunakan untuk pembayaran Pre-Delivery Payment pesawat yang dibeli, security deposit pesawat yang disewa, final payment pembelian pesawat baru maupun belanja modal yang digunakan untuk pengembangan armada, seperti spare part dan komponen pesawat, serta persediaan mesin pesawat. Final payment pembelian dilakukan dengan pendanaan, termasuk care sale and lease back.
Skema kedua, selain pelaksanaan HMETD tersebut terdapat pemegang saham lain yang melaksanakan HMETD dan melakukan pemesanan saham tambahan hingga 100 persen, maka seluruh dana yang diperoleh dari hasil PUT I akan digunakan sesuai dengan skema pertama.
Berdasarkan prospektus perseroan, pernyataan pendaftaran penawaran HMETD menjadi efektif pada 21 Maret. Untuk meminta restu pemegang saham terkait aksi korporasi ini, perseroan akan menggelar RUPSLB pada 24 Maret 2014.
(rna)
Lihat Juga :