Garuda Indonesia gelar kegiatan Earth Hour 2014
Sabtu, 29 Maret 2014 - 19:47 WIB
Garuda Indonesia gelar kegiatan Earth Hour 2014
A
A
A
Sindonews.com - Garuda Indonesia hari ini menggelar kampanye switch off “Earth Hour 2014” di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Garuda Indonesia terhadap kelestarian alam dan lingkungan, serta perwujudan komitmen kepada pengurangan dampak perubahan iklim.
“Earth Hour” merupakan salah satu bentuk kegiatan kampanye secara internasional untuk menarik partisipasi publik dalam upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan. Melalui kampanye yang diprakarsai World Wide Fund for Nature (WWF) ini, masyarakat diimbau melakukan pemadaman (minimal) satu lampu dan peralatan elektronik lainnya yang tidak dipergunakan (di rumah atau di perkantoran) selama satu jam, sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan percepatan perubahan iklim global.
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt Novianto Herupratomo mengemukakan kampanye Earth Hour merupakan bentuk komitmen Garuda turut serta menjaga kelestarian lingkungan dan upaya penyelamatan bumi dari bahaya global warming.
“Kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan oleh setiap individu maupun perusahaan. Hal ini mengingat betapa besar dampak kerusakan bumi bagi seluruh manusia. Dengan melakukan kampanye, Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu menjaga dan melestarikan bumi dari kerusakan dan bahaya pemanasan global," ujar Novianto, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/3/2014).
Selain itu, lanjut Novianto, sebagai bentuk dukungan Garuda dalam perlindungan satwa, Cargo Garuda juga telah menetapkan kebijakan perusahaan untuk tidak mengangkut segala bentuk produk hiu, termasuk shark-fin. Bahkan, CEO Garuda juga telah ditetapkan oleh WWF sebagai duta program "Save Our Sharks ”
Pada “Earth Hour” 2014, Garuda Indonesia memiliki target pemadaman lampu dan alat listrik lainnya pada Sabtu, 29 Maret 2014, yakni pada pukul 20.30 sd 21.30 WIB sebesar 3.500.000 (tiga juta lima ratus) watt, yaitu sama dengan target 2013 lalu.
Di sisi lain, secara operasional Garuda Indonesia juga merevitalisasi armadanya dengan pesawat baru yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, seperti Airbus A330-200, Boeing B737-800 NG, Bombardier CRJ1000 NextGen dan ATR 72-600. Menggunakan pesawat-pesawat baru, maka Garuda Indonesia telah menerapkan konsep aircraft ramah lingkungan dari aspek penghematan energi.
“Earth Hour” merupakan salah satu bentuk kegiatan kampanye secara internasional untuk menarik partisipasi publik dalam upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan. Melalui kampanye yang diprakarsai World Wide Fund for Nature (WWF) ini, masyarakat diimbau melakukan pemadaman (minimal) satu lampu dan peralatan elektronik lainnya yang tidak dipergunakan (di rumah atau di perkantoran) selama satu jam, sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan percepatan perubahan iklim global.
Direktur Operasi Garuda Indonesia, Capt Novianto Herupratomo mengemukakan kampanye Earth Hour merupakan bentuk komitmen Garuda turut serta menjaga kelestarian lingkungan dan upaya penyelamatan bumi dari bahaya global warming.
“Kepedulian terhadap lingkungan harus dilakukan oleh setiap individu maupun perusahaan. Hal ini mengingat betapa besar dampak kerusakan bumi bagi seluruh manusia. Dengan melakukan kampanye, Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu menjaga dan melestarikan bumi dari kerusakan dan bahaya pemanasan global," ujar Novianto, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/3/2014).
Selain itu, lanjut Novianto, sebagai bentuk dukungan Garuda dalam perlindungan satwa, Cargo Garuda juga telah menetapkan kebijakan perusahaan untuk tidak mengangkut segala bentuk produk hiu, termasuk shark-fin. Bahkan, CEO Garuda juga telah ditetapkan oleh WWF sebagai duta program "Save Our Sharks ”
Pada “Earth Hour” 2014, Garuda Indonesia memiliki target pemadaman lampu dan alat listrik lainnya pada Sabtu, 29 Maret 2014, yakni pada pukul 20.30 sd 21.30 WIB sebesar 3.500.000 (tiga juta lima ratus) watt, yaitu sama dengan target 2013 lalu.
Di sisi lain, secara operasional Garuda Indonesia juga merevitalisasi armadanya dengan pesawat baru yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar, seperti Airbus A330-200, Boeing B737-800 NG, Bombardier CRJ1000 NextGen dan ATR 72-600. Menggunakan pesawat-pesawat baru, maka Garuda Indonesia telah menerapkan konsep aircraft ramah lingkungan dari aspek penghematan energi.
(dmd)
Lihat Juga :