Pemilu lesatkan penerimaan cukai rokok

Rabu, 02 April 2014 - 20:21 WIB
Pemilu lesatkan penerimaan...
Pemilu lesatkan penerimaan cukai rokok
A A A
Sindonews.com - Geliat pemilihan umum legislatif (pileg) menjadi salah satu faktor meningkatnya penerimaan cukai hasil tembakau atau rokok hingga menembus Rp12,91 triliun pada Februari 2014.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Susiwijono Moegiarso menuturkan, penerimaan cukai rokok Februari yang mencapai Rp12,91 triliun. Angka tersebut jauh di atas rata-penerimaan cukai rokok per bulannya adalah Rp9,6 triliun.

Penerimaan cukai rokok pada Februari sebesar Rp12,91 triliun tersebut berasal dari produksi rokok per Februari yang mencapai 38,5 miliar batang.

“Cukai itu bulanan kira-kira Rp9,69 triliun. Yang luar biasa itu ternyata Februari Rp12,91 triliun. Padahal harinya sedikit,” tutur Susiwijono saat berbincang dengan wartawan, di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (2/4/2014).

Susiwijono menuturkan, salah satu kemungkinan besar dari melonjaknya penerimaan cukai rokok pada Februari adalah tingginya permintaan menjelang pileg 2014. Calon-calon legislatif banyak yang memesan atau membeli rokok untuk mengundang massa. Fakta tersebut banyak dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ini untuk menarik grass root. Ini bukan money politic. Ternyata kalau mau masuk ke kampung ya mesti bawa. Paling laris itu lakinya adalah rokok dan yang perempuan adalah kerudung,” ucapnya.

Susiwijono menuturkan, permintaan tertinggi ada di kategori rokok menengah ke bawah, bukan kelas premium dengan harga yang mahal.

“Kalau orang kampung kan yang penting keluar asapnya. Yang jelas untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah yah paling dicari rokok sama kerudung,” paparnya.

Susiwijono menambahkan, secara siklus, bulan Februari memang menjadi bulan dengan pemasukan cukai rokok tertinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya penundaan pembayaran pembelian pita cukai selama dua bulan di tahun sebelumnya.

Namun, dia mengingatkan khusus tahun ini tidak akan ada kenaikan tarif cukai rokok mengingat adanya ketentuan baru yakni pajak rokok daerah mulai Januari 2014. Dengan fakta tersebut maka penerimaan cukai rokok yang tinggi hampir pasti didorong naiknya permintaan berbarengan dengan persiapan pileg.

“November tahun lalu, kita sudah sounding tidak ada kenaikan pita cukai jadi mestinya enggak ada yang berbondong-bondong memborong pita cukai (di Februari). Harusnya Februari (penerimaan) flat ternyata ini Februari malah hampir Rp13 triliun,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi Tembakau, Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Perlu Jadi Pilihan
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Operasi Gempur Rokok...
Operasi Gempur Rokok Ilegal Bakal Sehatkan Industri Hasil Tembakau
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
15 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
32 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved