Kemendag cermati pelambatan ekonomi Tiongkok

Jum'at, 11 April 2014 - 19:51 WIB
Kemendag cermati pelambatan...
Kemendag cermati pelambatan ekonomi Tiongkok
A A A
Sindonews.com - Republik Rakyat Tiongkok (RRT) saat ini tengah mengalami pelambatan ekonomi salah satunya disebabkan karena turunnya ekspor dan impor Tiongkok. Hal ini tentu akan berdampak secara ekonomi ke banyak negara, termasuk Indonesia.

"Tiongkok impor turun 11 persen. Ini kita coba lihat lebih detail. Kan 11 persen itu global, by values kan. Faktornya bisa macam-macam. Kita lagi coba cermati mana yang turun dan mana yang impact ke Indonesia lebih besar," ungkap dia di kantornya, Jumat (11/4/2014).

Dia mengatakan, penurunan tersebut sifatnya past tense dan bukan proyeksi, karena itu dilihat dari impor yang sudah terjadi. Jika dihubungkan dengan ekspor Indonesia, dia berpendapat ekspor kita secara umum masih tumbuh, termasuk ke Tiongkok.

"Di sisi lain secara umum masih tumbuh. Ada beberapa yang turun, tapi kalau impor Tiongkok yang turun itu kita harus bedah yang seperti apa dan dari mana turunnya yang paling besar. Intinya masih kita pelajarilah lebih lanjut," tambahnya.

Namun dia menuturkan, ke depannya kita memang harus bersiap dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok. "Perubahan itu akan berdampak kepada banyak hal termasuk impor mereka. Itu yang harus kita cermati," imbuh dia.

Turunnya impor Tiongkok, lanjutnya, secara umum memang karena turunnya pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika diperdalam, itu juga karena melambatnya investasi. Dari data yang ada, turunnya investasi di Tiongkok ada pada sektor otomotif, elektronik, sektor yang berbasis tenaga Kerja, dan yang berdimensi lingkungan.

"Itu kan bukan kebutuhan pokok seperti energi. Mungkin yang sudah kena dan mulai terasa melambat itu karet karena itu ke otomotif kan. Jadi ini masih sesuatu yang harus kita bedah lebih lanjut. Yang kita lihat bukan past tense-nya tapi ke depannya seperti apa," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved