Industri jasa keuangan perlu terapkan marketing 3.0

Senin, 14 April 2014 - 16:52 WIB
Industri jasa keuangan...
Industri jasa keuangan perlu terapkan marketing 3.0
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Indonesia Marketing Association (IMA), Andrianto Widjaja mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah memasuki era transparansi serta penerapan marketing 3.0. Karena itu, IMA mendorong agar marketing 3.0 diterapkan di industri jasa keuangan (IJK).

"Kita sekarang masuk dalam era kini dan masa depan yaitu marketing 3.0. Di mana, konsumen semakin berkembang, tidak hanya kebutuhan emosional tetapi juga menutut ke arah spritual. Mereka peduli kepada lingkungan dan orang lain," ungkapnya dalam seminar Edukasi dan Perlindungan Konsumen Industri Keuangan yang Bijak dan Cermat, Senin (14/4/2014).

Menurutnya, marketing memiliki era yang terus berevolusi dan berbeda di setiap eranya. Marketing 1.0 pada masa revolusi industri, marketing 2.0 yang merupakan masa konsumen memiliki lebih banyak informasi (consumer oriented marketing), serta marketing 3.0 di masa kini dan akan datang.

"Ada perbedaan satu sama lain, salah satunya karena faktor teknologi dan tentunya akan berdampak ke banyak hal," imbuh dia.

Indonesia pada 2020 akan didominasi oleh orang-orang muda yang jauh lebih pintar daripada pendahulunya. Dia juga menyebutkan, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2013, menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet dan BPS, sudah mencapai 71,19 juta atau sekitar 28 persen dari populasi Indonesia.

"Walaupun masih ada kesenjangan di Pulau Jawa atau di luar Pulau Jawa, tetapi ini akan mendorong era transparansi. Kita tidak bisa bersifat eksklusif, semua akan terhubung. Produk yang baru lahir bisa saja langsung melambung karena ada yang menuliskannya di dunia maya, atau sebaliknya bisa anjlok karena dunia maya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PP 28/2024 Dinilai Semakin...
PP 28/2024 Dinilai Semakin Menekan Industri Periklanan
Profesional Industri...
Profesional Industri Periklanan Didapuk Jadi Direktur Pemasaran InJourney
Pelaku Industri Periklanan...
Pelaku Industri Periklanan Keberatan dengan RPP UU Kesehatan
Iklan Rokok Dilarang...
Iklan Rokok Dilarang Total, Ini Respons Pelaku Industri Periklanan
Pengaruhi Industri Kreatif,...
Pengaruhi Industri Kreatif, DPI dan ATVSI Ajukan Usulan RPP Kesehatan
Sineas Ef Loygara Kagum...
Sineas Ef Loygara Kagum dengan Kreativitas Pelaku Industri Periklanan Tanah Air
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
33 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
49 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved