Anggaran Dipangkas, Kemendag Khawatirkan Subsidi Pupuk

Rabu, 21 Mei 2014 - 14:40 WIB
Anggaran Dipangkas,...
Anggaran Dipangkas, Kemendag Khawatirkan Subsidi Pupuk
A A A
JAKARTA - Anggaran Dipangkas, Kemendag Khawatirkan Subsidi Pupuk

Pemerintah telah melakukan pemangkasan anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menjaga defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 tidak lewat dari 2,5%.

Hasilnya adalah, pemerintah juga melakukan pemangkasan anggaran belanja pada K/L dengan total nilai mencapai Rp100 triliun. Pemangkasan anggaran belanja ini telah tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2014.

Total anggaran yang dihemat berdasarkan Inpres ini mencapai Rp100 triliun, dari jumlah anggaran belanja K/L sebelumnya, yaitu Rp637,841 triliun. Salah satu K/L yang mendapatkan nilai pemotongan anggaran adalah Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, pihaknya dapat memahami dan memaklumi perihal pemotongan anggaran tersebut.

Menurutnya, yang menjadi persoalan utama yaitu terdapat beberapa hal yang harus dilihat bersama-sama secara lebih bijak. Ia mencontohkan, soal subsidi pupuk. Distribusi pupuk merupakan tanggung jawab kementerian perdagangan.

Jika pupuk bersubsidi ini harganya tidak disesuaikan akibat pemotongan anggaran K/L, maka akan berdampak panjang ke depan. "Apalagi kalau subsidi pupuknya dikurangi. Dampaknya akan lebih panjang lagi," jelas Lutfi dalam acara Rakornas V TPID di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Menurutnya, pengaruh jangka panjang ke depan akibat pemotongan anggaran K/L patut dikhawatirkan. Lutfi berkata, Kementerian Perdagangan mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp2 triliun. Jika mengalami pemotongan kembali dalam rangka mengurangi defisit anggaran belanja negara terhadap pendapatan negara, maka akan lebih berbahaya. "Ini sudah dipotong Rp2 triliun. Kalau dipotong lagi, bahaya," ucapnya.

Meski begitu, Lutfi belum dapat memastikan pengaruh pemotongan anggaran terhadap inflasi tahun ini. "Saya belum lihat dampaknya," kata Lutfi.

Sebelumnya, menurut data, defisit dalam APBN 2014 dipatok sebesar 1,69% atau sebesar Rp175,4 triliun. Penyebab defisit yang melejit ini adalah anggaran belanja subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang melonjak Rp74,3 triliun menjadi Rp285 triliun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Realokasi Anggaran Kemendag...
Realokasi Anggaran Kemendag Capai Rp1,2 Triliun Demi Penanganan Corona
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Anggaran Kemendag Rp307,49...
Anggaran Kemendag Rp307,49 Miliar Diblokir Kemenkeu, Ada Apa?
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Berita Terkini
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
12 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Anggaran yang...
Daftar Anggaran yang Dipangkas Prabowo, Tak Sentuh Bansos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved