Pasar Obligasi Pekan Ini Diprediksi Sideways

Senin, 26 Mei 2014 - 15:48 WIB
Pasar Obligasi Pekan...
Pasar Obligasi Pekan Ini Diprediksi Sideways
A A A
JAKARTA - Pasar surat utang (obligasi) pada pekan ini diprediksi variatif cenderung sideways lantaran berkurangnya hari transaksi karena libur memperingati Isra Miraj dan Kenaikan Isa Almasih.

Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (FK-CSA) Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar biasanya cenderung menahan diri dengan berkurangnya hari transaksi yang terjadi selang-seling hari pada pekan ini.

"Aksi wait & see cenderung mengurangi aktivitas transaksi masih dimungkinkan terjadi," kata dia, Senin (26/5/2014).

Karena itu, dia berharap sentimen di pasar terutama rilis data-data ekonomi masih dapat memberikan sentimen positif jelang akhir pekan, yang biasanya akan cenderung terpengaruh dengan adanya ekspektasi terhadap rilis data-data ekonomi yang akan dirilis.

"Untuk itu, bisa dicermati beberapa obligasi tenor jangka pendek untuk sementara waktu yang diharapkan dapat melanjutkan pergerakan positifnya," saran Reza.

Pada pekan ini, pemerintah kembali menggelar lelang surat utang negara atau SUN. Dalam lelang ini, pemerintah menawarkan lima seri lawas, yakni seri SPN12150305 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 5 Maret 2015. Kemudian, seri SPN12150501 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 1 Mei 2015.

Seri lain, FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% dan jatuh tempo pada 15 April 2019. Seri FR0071 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2029 serta seri FR0068 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,37% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2034.

Pemerintah menargetkan bisa mengumpulkan dana Rp8 triliun dari lelang tersebut. Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2014.

Sementara pasar obligasi pada pekan lalu hampir sama dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang cenderung melemah, meski jelang akhir pekan laju pergerakan harga-harga obligasi cenderung menguat, namun belum mampu mengimbangi penurunan tajam di awal pekan.

Tercatat laju obligasi tenor pendek menengah mengalami kenaikan yield. Begitupun dengan tenor jangka panjang yang juga terlihat menguat sepanjang pekan kemarin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IATA Terbitkan Obligasi...
IATA Terbitkan Obligasi dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan Tahap I Tahun Ini
Garuda Dapat Dana Segar...
Garuda Dapat Dana Segar dari Penerbitan Obligasi Rp8,5 Triliun
Data BEI: Penerbitan...
Data BEI: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Bakal Meningkat di Kuartal I-2021
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Sekali Lagi! Menanti...
Sekali Lagi! Menanti Pecah Telur Penerbitan Obligasi Daerah
TBS Energi Utama Rampungkan...
TBS Energi Utama Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp500 Miliar
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
6 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
7 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
7 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
8 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
8 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
8 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved