Indef Nilai Subsidi BBM Rp445 T Tak Rasional

Senin, 26 Mei 2014 - 18:02 WIB
Indef Nilai Subsidi...
Indef Nilai Subsidi BBM Rp445 T Tak Rasional
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) khawatir besaran subsidi energi dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 mencapai Rp445 triliun.

Angka tersebut untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) elpiji 3 kg, dan Bahan Bakar Nabati (BBN) dari Rp210,7 triliun menjadi Rp285 triliun. Sementara subsidi listrik naik dari Rp71,4 trilun menjadi Rp107,1 triliun.

Direktur Indef, Enny Sri Hartati mengatakan, besaran subsidi energi yang ditawarkan pemerintah dalam pembahasan APBN-P sudah tidak rasional kalau jumlahnya mencapai Rp445 triliun.

"Saya lihat besaran subsidi 35% dari belanja APBN. Itu sama saja dengan sepertiga dari total belanja anggaran negara yang disodorkan pemerintah," kata dia di Jakarta, Senin (26/5/2014).

Menurutnya, pemerintah harus melakukan terobosan dan langkah tepat guna mengantisipasi besaran penambahan subsidi energi. Dia menyarankan agar pemerintah mengurangi beban subsidi, sehingga bisa menyehatkan anggaran.

"Saya sarankan subsidi harus dikurangi bukannya ditambah. Mungkin saat ini bisa ke level Rp445 triliun, besok atau tahun depan bakal meningkat Rp500 triliun," tuturnya.

Enny meminta pemerintah menekan segala bentul penyalahgunaan BBM bersubsidi di lapangan. Banyaknya penyerapan BBM bersubsidi di sektor industri, perkebunan dan pertambangan dituding sebagai faktor penyebab naiknya subsidi BBM.

"Pemerintag harus berantas kebocoran BBM bersubsidi yang terserap ke sektor industri dan perkebunan. Itu langkah low enforcement yakni cermati soal volumenya. Harus ditekan konsumsi BBM bersubsidi," katanya.

Seperti diketahui, Badan Anggaran (Banggar) DPR tengah membahas besaran subsidi energi dalam APBN-P 2014. Perubahan besaran subsidi energi ini diakui bakal mengarah terhadap penambahan anggaran ke level Rp445 triliun dari Rp310 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
36 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved